nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Kemenpar Pulihkan Pariwisata Lombok Usai Dilanda Gempa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 06 406 1947021 strategi-kemenpar-pulihkan-pariwisata-lombok-usai-dilanda-gempa-CujTaowRjR.jpg Gunung Rinjani Lombok (Foto: Shutterstock)

BENCANA gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat, meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi para korban dan masyarakat Indonesia. Selain menelan kerugian materil, industri pariwisata dalam negeri pun turut merasakan dampaknya.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia pada bulan Agustus dilaporkan mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal, sebelum perhelatan Asian Games 2018 digelar, Kementerian Pariwisara telah memprediksi bahwa kunjungan wisman akan meningkat tiga kali lipat saat pesta olahraga terbesar se-Asia itu dilangsungkan.

"Wisman yang mendaftar kemarin mengalami kenaikkan yang cukup signifikan. Bahkan saat gempa di Gunung Rinjani terjadi, antusiasme mereka masih besar," tutur Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

"Barulah saat gempa Lombok yang terjadi pada 5 Agustus lalu, banyak wisatawan yang membatalkan rencana kunjungan mereka. Tim kami mencatat ada 900 ribu cancelation, jumlahnya jauh lebih besar dari target awal," sambungnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, total wisatawan Asia yang datang ke Indonesia pada bulan Juli lalu hanya menyentuh angka 140 ribu orang. Namun, jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga 240 ribu orang ketika perhelatan Asian Games 2018 resmi digelar.

"Ini menjadi pelajaran bagi saya, bahwa berita buruk itu cepat 'menular'. Orang berpikir bahwa gempa yang melanda Lombok itu akan berdampak pada daerah-daerah lain di Indonesia. Sementara kenyataannya kan tidak," jelas Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya

Untuk memulihkan industri pariwisata Lombok pasca bencana, Kementerian Pariwisata sebetulnya telah melaksanakan program pemulihan. Program ini terbagi menjadi 3 kategori yakni, program sumber daya manusia (SDM), destinasi, dan pemasaran.

"Kami sediakan program trauma healing agar warga Lombok cepat pulih dan bangkit dari musibah ini. Sementara untuk Industri kami telah bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk kembali memberdayakan perekonomian Lombok," katanya.

Gili Trawangan

Lalu bagaimana dengan destinasi-destinasi wisata yang mengalami kerusakan? Arief mengaku telah mengirimkan 6 surat kepada pihak-pihak terkait untuk membantu membangun kembali infrastruktur yang rusak.

"Pasca gempa memang banyak sekali kerusakan, termasuk terminal di Teluk Nara yang roboh, bahkan dermaga di Gili Trawangan pun rusak. Saya sudah meminta agar pembangunan infrastruktur segera dilakukan, paling tidak 3 bulan harus selesai. Di samping itu kami akan terus mempromosikan Lombok di kancah internasional," ujarnya.

Untuk proses pemulihan ini, Arief menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sekitar Rp20 miliar. Jumlah yang sama juga akan diberikan di tahun 2019 mendatang.

"Saya berjanji setiap bulan saya akan datang ke Lombok untuk memantau perkembangannya," tukas Arief.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini