nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Ragam Kelainan Sendi & Tulang pada Anak

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 06 481 1946972 kenali-ragam-kelainan-sendi-tulang-pada-anak-Xi0XAxfCLo.jpg Gangguan kesehatan tulang pada anak (Foto:Ist)

SERING kita melihat kaki batita berbentuk huruf O atau X. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua.

Padahal, seperti dijelaskan dr Faisal Miraj SpOT, Spesialis Bedah Ortopedi Divisi Ortopedi Anak RS Pondok RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, kebanyakan kelainan tulang dan sendi yang terjadi adalah variasi normal. Sekitar 90% kelainan ini sembuh dengan sendirinya. Satu dari delapan anak juga lahir dengan laxity (kelenturan). “Yang dianggap kelainan oleh orang tua sebetulnya normal. Sekitar 90% kelainan sembuh dengan sendirinya. Posisi dalam rahim membuat kaki anak melengkung atau O dan pengaruh laxity ,” katanya dalam diskusi media yang diadakan RS Pondok Indah, Bintaro Group. Seiring waktu, kondisi ini akan berubah. “Tapi bila di atas 2 tahun masih ada kelainan ini, patut curiga,” imbuh dr Faisal.

Karena faktor kelenturan ini, pada saat anak berdiri, urat-urat yang ada melengkung. Lama-kelamaan urat akan kencang dan menjadi lurus. Perlu observasi pada usia 2-3 tahun. Dia mencontohkan beberapa kelainan yang berhubungan dengan tulang, yaitu knock nee atau tungkai bawah bentuk X yang akan normal saat anak berusia 7 tahun ke atas. Hindari posisi duduk berbentuk huruf W yang tanpa disadari banyak dilakukan anak-anak. Sikap duduk seperti itu akan membuat urat sisi dalam tertarik sehingga berisiko kaki berbentuk menyerupai huruf X. Ada pula kaki datar. Gangguan ini bertipe ringan-sedang, maka tidak perlu terapi. Sebaliknya, jika berat, dibutuhkan arch support .

(Baca Juga: SUPER HOT! Tren Nempelin Nanas di Payudara Ramaikan Medsos, Jangan Salah Fokus!)

(Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya)

Adapun kaki menghadap keluar bisa diakibatkan karena kebiasaan tidur tengkurap sehingga kaki hadap keluar. Beda dengan kaki menghadap ke dalam. Penyebab terbanyak karena tulang kering berputar ke dalam, tidur tengkurap, dan sikap duduk W. Maka itu, disarankan untuk mem biasa - kan anak duduk bersila. Kondisi ini akan sembuh pada usia 8 tahun. Selain itu, torticolis , yakni leher miring yang disebabkan trauma atau malposisi, otot menebal, dan tegang. Terapinya dengan stretching atau langkah terakhir dengan operasi.

“Seharusnya bayi juga diperiksa apakah ada kelainan ortopedi agar bisa dikoreksi sedini mungkin,” ujar dr Faisal. Tindakan pemeriksaan yang bisa dilakukan di antaranya X-ray yang bisa melihat kelainan pada lempeng pertumbuhan, kelainan bentuk, dan kepadatan tulang. Bisa juga dengan CT scan tiga dimensi, di mana struktur dan kedudukan tulang serta sendi lebih jelas. Lalu, C-arm yang digunakan untuk menilai kelainan bentuk dan hasil koleksinya. Pada kesempatan itu, dia juga menyoroti kebiasaan orang tua membedong bayi supaya kaki tidak bengkok. Padahal, kaki bengkok itu normal pada bayi, salah-salah malah bedong berisiko dislo - kasi panggul.

Agar pertum - buhan tulang anak optimal, dr Faisal menganjurkan mengonsumsi asupan nutrisi yang cu kup, seperti protein, kalsium, didukung aktivitas fisik. “Tu lang tumbuh dari beban dan tarikan, itulah mengapa olahraga dapat mengoptimal kan pertumbuhan,” ungkapnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini