nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikritik Pencinta Lingkungan, Burberry Stop Penggunaan Bulu Hewan

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 11:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 07 194 1947350 dikritik-pencinta-lingkungan-burberry-stop-penggunaan-bulu-hewan-HJHmqBcmHQ.jpg Tas bulu hewan (Foto: Thefashiontag)

BURBERRY tidak akan lagi membakar barang-barang mewah bernilai jutaan dolar yang tidak terjual. Perusahaan asal Inggris itu juga tidak akan lagi menggunakan bulu binatang asli setelah muncul kritik tentang catatan lingkungannya.

Juli lalu Burberry mengaku membakar produk-produknya yang tidak laku senilai USD37 juta (Rp552 miliar) dalam setahun untuk mencegah penjualan di bawah harga pasar dan menurunkan nilai merek.

Pengakuan Burberry itu membuat banyak pihak menyoroti sampah dalam industri fashion, baik pada pasar barang mewah atau barang massal. Beberapa bulan sebelumnya, pemilik Cartier dan Montblanc itu juga mengaku membeli kembali produk arloji mereka dari para dealer untuk mencegah stok berlebih.

 Baca juga: Berbekal Airbrush, Para Wanita Telanjang Ini Disulap Jadi Superhero

“Burberry akan mengikuti seperti Versace, Gucci, dan perintis fashion etis Stella McCartney untuk tidak menggunakan bulu asli seperti kelinci, rubah, cerpelai, dan rakun Asia dari jajaran produknya,” papar pernyataan Burberry, dikutip kantor berita Reuters.

Industri fashion saat ini mendapat tekanan dari para konsumen dan organisasi lingkungan agar mereka lebih berkelanjutan. Selain itu, banyak ritel yang dipanggil dalam beberapa tahun terakhir karena menghancurkan stok yang tidak terjual, termasuk dengan memotong atau melubangi produk sebelum membuangnya.

Di pasar arloji, Richemont yang memiliki beberapa merek mewah menyatakan, mereka membeli kembali stok yang tak terjual dari para dealer dan tidak akan memindahkannya ke pasar lain.

 

Perusahaan itu berencana mendaur ulang logam dan batu berharga yang ada di produk-produk mahal tersebut. Burberry yang mantelnya di jual seharga lebih dari USD 3.234 (Rp48 juta) dan tas tangannya dijual sekitar 1.500 poundsterling (Rp29 juta) itu menyatakan berencana memperluas upaya menggunakan kembali, memperbaiki, mendonasikan, atau mendaur ulang produk serta bekerja untuk mengembangkan bahan-bahan baru yang ramah lingkungan.

Kelompok kampanye untuk perlakuan etis pada binatang, PETA, menyambut langkah Burberry berhenti menggunakan bulu binatang asli. Chief Executive Officer (CEO) Burberry Marco Gobbetti menyatakan langkah perusahaan itu merupakan bagian dari perubahan terbesar.

“Produk mewah modern berarti lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” kata dia yang sedang melakukan repositioning label untuk pasar lebih mewah.

Pada tahun fiskal yang berakhir Maret, Burberry menyatakan telah secara fisik menghancurkan produk-produk ber nilai 28,6 juta poundsterling (Rp552 miliar), naik dari 26,9 juta poundsterling pada tahun sebelumnya, termasuk 10 juta poundsterling produk kecantikan seperti parfum.

Burberry menyatakan saat ini bekerja sama dengan perusahaan barang mewah berkelanjutan Elvis & Kresse untuk mengubah 120 ton kulit sisa menjadi produk-produk baru dalam lima tahun mendatang.

 Baca juga: Tendang Kucing Berkali-Kali, Wanita Malang Ini Tuai Karmanya

“Keyakinan ini menjadi inti bagi kami di Burberry dan kunci bagi kesuksesan jangka panjang kami. Kami berkomitmen menerapkan kreativitas yang sama pada seluruh bagian Burberry seperti kami lakukan pada produk-produk kami,” papar Gobbett

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini