nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menilik Proses Pembuatan Kopi Luwak di Tampaksiring Bali

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 03:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 07 406 1947191 menilik-proses-pembuatan-kopi-luwak-di-tampaksiring-bali-nTTHa5uXLV.jpg Kopi Luwak. (Foto: Okezone)

BEBERAPA tahun belakangan ini, Anda mungkin sudah tak asing mendengar kata luwak. Jenis musang khas Indonesia ini dikenal karena menghasilkan kopi berkualitas dari kotorannya.

Kopi yang dimaksud adalah biji buah kopi yang tak bisa dicerna oleh luwak, sehingga terbawa kotoran atau feses dalam keadaan utuh lengkap dengan kulitnya. Salah satu tempat di Indonesia yang membudidayakan kopi luwak adalah Satria Agrowisata di Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Di perkebunan kopi seluas 5 hektar ini, luwak dibudidayakan dengan cara hidup bebas. Luwak kemudian akan memilih dan memakan buah kopi berkualitas baik, artinya mereka hanya menelan buah kopi yang matang dan berwarna merah. Sekali mengeluarkan feses, ada empat batang kotoran yang berisi biji-biji kopi.

Kemudian setiap pagi, para petugas akan berkeliling kebun mencari kotoran luwak yang selanjutnya akan dicuci, dijemur selama tiga hari dan disangrai.

Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya

“Biji kopinya masih ada kulitnya, jadi tidak kontak langsung dengan pup. Kemudian dicuci dengan air panas, dikupas lalu ambil biji kopinya. Setelah itu dicuci lagi,” ujar Dewa Made Juliartawan, Pengelola Satria Agrowisata.

Setelah dicuci, biji kopi akan disangrai selama 40 menit di atas tungku. Pemutaran saat menyangrai biji kopi luwak dilakukan searah untuk menciptakan aroma dan rasa kopi yang khas. Kemudian biji kopi akan ditumbuk secara tradisional tanpa mesin per satu kilogram.

Menurut Dewa, jika ditumbuk menggunakan mesin akan membuat aroma kopinya tak keluar. Dia melanjutkan, luwak memiliki enzim khusus yang dapat mengubah rasa biji kopi dan memberikan protein yang bagus untuk kesehatan.

“Kopi luwak mengandung lebih rendah kafein tapi tinggi protein. Bagus buat kesehatan, termasuk untuk mengatasi kolesterol dan mencegah kanker” tambah Dewa.

Baca Juga: Biasa Tampil Tomboy, Atlet Voli Aprilia Manganang Terlihat Cantik Pakai Rok

Di Satria Agrowisata sendiri terdapat tiga jenis luwak, yakni luwak pandan (berwarna hitam dan abu-abu), luwak injin (hitam), dan luwak ketan (coklat). Untuk membantu menjaga stamina luwak, mereka diberi makan pisang, pepaya, juga susu.

Sedangkan untuk kopi yang ditanam di Satria Agrowisata sendiri ada dua jenis, yaitu arabika dan robusta. Jika ingin mengamati dan melihat pembuatan kopi luwak secara langsung, Anda bisa mengunjungi perkebunan yang terletak di Gianyar ini. Jarak tempuh dari Denpasar ke lokasi membutuhkan waktu sekira 1 jam 15 menit.

Di Satria Agrowisata sendiri terdapat tiga jenis luwak, yakni luwak pandan (berwarna hitam dan abu-abu), luwak injin (hitam), dan luwak ketan (coklat). Untuk membantu menjaga stamina luwak, mereka diberi makan pisang, pepaya, juga susu.

Sedangkan untuk kopi yang ditanam di Satria Agrowisata sendiri ada dua jenis, yaitu arabika dan robusta. Jika ingin mengamati dan melihat pembuatan kopi luwak secara langsung, Anda bisa mengunjungi perkebunan yang terletak di Gianyar ini. Jarak tempuh dari Denpasar ke lokasi membutuhkan waktu sekira 1 jam 15 menit.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini