nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Labuan Bajo, Kota Mungil Persinggahan Diver dan Travelers Dunia

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 05:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 07 406 1947201 labuan-bajo-kota-mungil-persinggahan-diver-dan-travelers-dunia-rLcW4KyzI2.jpg Labuan Bajo. (Foto: Okezone)

JIKA Anda melakukan Trip live aboard (tinggal di kapal), dimulai dari Lombok hingga Flores, maka Anda akan berakhir di Labuan Bajo, sebuah kota kecil di pulau Flores bagian barat yang namanya kian melambung sebagai destinasi wisata.

Sering dijadikan titik keberangkatan menuju taman nasional Komodo dan lokasi diving disekitarnya membuat Labuan Bajo menjelma menjadi kota wisata baru yang menarik. Sudah sejak lama saya penasaran dengan kota Labuan Bajo kala berkunjung ke Flores timur pada tahun 2011 lalu.

Kesempatan berkunjung akhirnya datang juga tahun ini. Dengan mengikuti trip live aboard yang berangkat dari Lombok, saya akhirnya menginjakkan kaki di kota yang terletak di kabupaten Manggarai Barat, pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Bocah Ini Pakai Fresh Care untuk Make-up, Matanya Kreyep-Kreyep karena Mukanya Kepanasan!

Sesuai dugaan, alam di sekitar Labuan Bajo sangatlah menakjubkan, stunning, sanggup membuat siapapun kehilangan kata-kata kala memandangnya. Keelokan pemandangan pulau-pulau tropis yang 'dikepung' kapal pesiar di lautan biru termasuk landskap terindah di dunia. Anda tak perlu terbang ke pesisir Amalfi dan Positano di Italia karena landskap sekeren itu sudah ada di Labuan Bajo.

Serunya lagi view lautan yang mengagumkan itu bisa dinikmati di hampir setiap sudut kota Labuan Bajo. Mau menginap di hotel, hostel atau resort pemandangan dari balik jendela sama ciamiknya. Tak cukup mengagumi alam Labuan Bajo dari kamar hotel, ada deretan restoran Italia, Meksiko dan bar yang menyuguhkan pemandangan alam bagi para tamunya.

Traveling ke Labuan Bajo serasa sedang di luar negeri karena jumlah turis asing lebih banyak dari turis domestik. Pun anda mesti siap membelanjakan uang karena biaya hotel dan makan disini setara dengan restoran di Bali serta di mal-mal di Jakarta, termasuk tax dan service-nya.

Baca Juga: Intip Summer Style Wulan Guritno dan Shaloom, Dua-duanya Seksi!

Ada juga beberapa hal yang membuat liburan di Labuan Bajo tak sesantai di kawasan Indonesia Barat. Apalagi kalau bukan persoalan infrastruktur. Di jalan utama ada banyak bagian trotoar yang sedang dalam perbaikan, sementara jalanan penuh debu. Membuat saya dan turis-turis lainnya susah jalan santai di kota.

Sedihnya lagi, keluar dari kota Labuan Bajo, jalanan belum diaspal alias hanya tanah. Sampah pun mulai banyak berserakan di pinggir jalan. Karena berada di bukit yang gersang, air juga menjadi persoalan di Labuan Bajo. Pernah di hotel yang saya tempati air berhenti mengalir selama beberapa jam. Listrik juga sempat mati beberapa kali.

Namun, di samping itu ada beberapa area yang sedang gencar dibangun, seperti pelabuhan utama Labuan Bajo yang menjadi pintu masuk turis yang datang dengan kapal.

Dengan infrastruktur yang memadai, Labuan Bajo bisa tumbuh pesat menjadi tujuan wisata utama seperti Bali. Turis pun bisa tinggal lebih lama karena merasa nyaman. Hal ini tentunya akan membantu perekonomian warga Labuan Bajo dan Flores menjadi lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini