nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tipe Pria yang Paling Berisiko Impoten, Apakah Kamu Salah Satunya?

Agregasi Solopos, Jurnalis · Sabtu 08 September 2018 00:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 07 481 1947467 tipe-pria-yang-paling-berisiko-impoten-apakah-kamu-salah-satunya-PnSW1RTgxm.jpg Seks (Health)

IMPOTENSI adalah masalah seksual yang paling umum dialami pria usia matang. Dilansir dari Healthline, diperkirakan kurang lebih 50% pria berusia 40-70 tahun menunjukkan gejala impotensi setidaknya sekali semasa hidupnya. Lalu, apa saja gejala impotensi yang harus diwaspadai? Siapa saja yang paling berisiko mengalami hal ini?

Tanda dan gejala impotensi yang paling umum

Gejala impotensi yang paling umum adalah ketidakmampuan untuk penis mencapai ereksi meski sudah mendapatkan cukup rangsangan, atau kesulitan untuk mempertahankan agar penis terus ereksi sehingga tidak bisa ejakulasi dan berorgasme.

 Impoten

Seorang pria dikatakan mengalami impotensi ketika semua gejala-gejala ini timbul secara teratur berkelanjutan, bukan hanya sekali saja. Hal ini kemudian ikut memengaruhi aspek psikologis dan emosional pria, dan menimbulkan gejala seperti rasa malu atau minder, tidak berharga atau tidak pantas, putus asa, depresi, hingga bahkan kehilangan gairah seks.

 Baca juga: Viral 2 Bocah di Malaysia Ini Diberi Nama Durian dan Rambutan oleh Orangtuanya

Siapa yang paling berisiko mengalami impotensi?

Pada umumnya, impotensi disebabkan oleh sesuatu yang bersifat fisik dari masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti:

- Penyakit jantung.

- Diabetes.

- Obesitas.

- Hipertensi.

- Kolesterol tinggi.

- Tumor otak.

- Penyakit saraf seperti stroke, Parkinson, Alzheimer dan multiple sclerosis.

- Kecanduan alkohol.

Baca juga: Hati-Hati, Ada 242 Kasus Terindikasi Hepatitis A di Singkawang

- Perokok berat dan aktif dalam waktu lama.

- Trauma fisik di bagian kemaluan atau di sumsum tulang belakang; misalnya karena kecelakaan bermotor atau kecelakaan kerja.

- Sedang menjalani pengobatan seputar masalah prostat.

- Masalah hormon seperti hipogonadisme dan masalah tiroid seperti hipertiroid atau hipotiroid.

- Penggunaan obat-obatan resep terkait masalah kesehatan tertentu yang bisa menurunkan gairah seks, seperti diuretik, antidepresan, dan obat hipertensi.

 Impoten

Selain penyebab yang berkaitan dengan kondisi fisik, faktor psikologis pun bisa memicu terjadinya impotensi, seperti:

- Depresi.

- Gangguan kecemasan.

- Stres berlebihan karena mengkhawatirkan performa seksnya; cemas berlebihan tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi.

Baca juga: Ladies, Lakukan Ini Agar Kalian Bisa Klimaks saat Berhubungan Intim!

- Stres berkepanjangan yang terkait masalah ekonomi, profesi, atau konflik dengan pasangan.

Selain itu, risiko impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Gejala impotensi lebih sering terjadi pada pria usia lanjut 60 tahun ke atas dibandingkan dengan pria yang berusia lebih muda.

Dilansir dari Medicine net, pria berpendidikan rendah dilaporkan berpeluang lebih tinggi untuk mengidap impotensi karena mereka tidak menganut kebiasaan hidup sehat. Rata-rata karena minimnya pengetahuan soal pola hidup sehat dan/atau terbatasnya akses mereka terhadap makanan sehat dan tempat olahraga.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini