Cakupan Vaksin MR di Aceh Terendah, Kemenkes: Masyarakat Disadarkan!

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 07 481 1947634 cakupan-vaksin-mr-di-aceh-terendah-kemenkes-masyarakat-disadarkan-2unNrcisrM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JELANG hari ke-40 pelaksanaan vaksin measles rubella (MR) di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa, target cakupannya belum memenuhi target. Bahkan, dilaporkan Provinsi Aceh punya cakupan terendah di antara yang lain.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, anak-anak di Aceh yang baru mendapat vaksin hanya sekira 7,32% dari total 1.547.154 anak. Angka tersebut jelas jauh dari sasaran data yang telah dikumpulkan pemerintah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan, banyak faktor yang memicu rendahnya jumlah capaian pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Aceh saat ini. Salah satu masalah klasik ialah banyak orangtua menolak, karena vaksin MR haram.

"Iya, masyarakat tampaknya banyak yang belum paham isi fatwa MUI yang sudah keluar. Namun sedang diupayakan melalui Gubernur dan MUI Aceh, supaya targetnya terpenuhi," terang Anung saat dihubungi Okezone, Jumat (7/9/2018).

vaksin rubella

Pemerintah, tambah Anung, juga bakal terus melakukan pendekatan kepada masyarakat di sana. Mereka terus diedukasi dan diberi pemahaman tentang fatwa nomor 33 tahun 2018, yang menyebutkan bahwa vaksin MR hukumnya mubah.

Sementara itu, apabila masyarakat tetap 'bandel' tidak mau diimunisasi, pemerintah tidak memberikan teguran atau hukuman. Namun demikian, mereka diberi kesadaran akan pentingnya vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

"Ya kalau tidak mau imunisasi, tidak ada hukuman atau teguran untuk masyarakat. Yang ada cuma penyadaran," tegas dia.

Bayangkan, ketika anak harus menerima risiko dua penyakit berbahaya itu saat usia dewasa kelak, tentu bisa merugikan. Kualitas hidupnya menurun dan masa depannya terganggu.

Selain Provinsi Aceh, daerah lain dengan cakupan vaksin MR rendah yaitu Riau dengan cakupan 16,79% dari 1.955.700 anak. Lalu, Provinsi Nusa Tenggara Barat juga tergolong rendah dengan cakupan 18,57% dari 1.398.929 anak.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini