nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Lyndsey Scott, Model Victoria' Secret yang Jago Coding Bikin Netizen Meleleh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 09 September 2018 13:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 09 194 1948145 mengenal-lyndsey-scott-model-victoria-secret-yang-jago-coding-bikin-netizen-meleleh-RnX5ZhLfAW.jpg Lyndsey Scott (Foto: Forbes)

DUNIA modeling selalu diidentikkan dengan wanita-wanita cantik bertubuh langsing yang memiliki gaya hidup serba mewah dan glamor. Sebut saja Kendal Jenner, Bella dan Gigi Hadid yang digadang-gadang masuk dalam daftar supermodel berkelas internasional, karena terlahir di keluarga kaya raya.

Ya, meski ketiganya sering diterpa isu miring, tak sedikit rumah mode kenamaan yang menggunakan jasa mereka untuk mendongkak penjualan. Di sisi lain, dunia modeling ternyata menyimpan segudang kejutan yang tidak banyak diketahui orang-orang awam.

Belum lama ini, salah satu model Victoria’s Secret, Lyndsey Scott, menggegerkan dunia maya setelah mengunggah sebuah statement mengejutkan di akun twitter pribadinya. Selain berprofesi sebagai model, Lyndsey juga diketahui bekerja sebagai seorang programmar yang bertugas memecah kode-kode komputer dan ‘steorotipe’.

“Aku menunggu momen di mana para wanita yang bekerja di dunia teknologi, tidak harus melakukan hal-hal besar untuk membuktikan kemampuannya mereka,” cuit wanita berusia 33 tahun itu.

Pernyataan tersebut ia keluarkan, setelah melihat ribuan komentar netizen yang meragukan kemampuan kaum wanita di dunia teknologi. Padahal, tahun 2014 lalu, Lyndsey sempat membungkam para ‘haters’ ketika terpilih menjadi salah satu model Victoria’s Secret.

lyndsey Scott

Namanya tiba-tiba menjadi perbincangan, setelah beberapa media internasional mengungkap latar belakang pendidikan Lyndsey sebelum berkecimpung di dunia modeling. Lyndsey diketahui menempuh pendidikan di jurusan teater dan ilmu komputer di Amherst College, Amerika Serikat.

Ia mengaku tertarik mendalami dunia programming, terutama dalam bidang TI-89 graphing calculator. Wanita berdarah African-American itu juga ahli memecah code menggunakan 4 jenis bahasa pemrograman yakni, Python, C++, Java, MIPS, dan Objetive-C.

Namun setelah sebuah agency model menemukan Lyndsey di Internet, ia pun ditawari untuk menjadi model sejumlah brand papan atas dunia seperti Louis Vuitton, Prada, Diane von Furstenberg, Victoria’s Secret, dan Gucci. Dari sederet nama-nama besar-besar itu, Lyndsey kemudian mendapat kontrak eksklusif pertamanya dari Calvin Klein.

lyndsey Scott

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dunia modelling bukanlah pekerjaan utamanya. Di waktu luang, Lyndsey masih sering membuat berbagai aplikasi smartphone dan komputer. Salah satu aplikasi buatannya yang paling populer adalah iPort. Aplikasi ini digunakan untuk merangkum portofolio para model, dan kini mulai digunakan oleh para aktor, penulis, sutrada, bahkan arsitek.

Prestasi yang ditorehkannya itu, lambat laun berhasil memecah stereotype yang berkembang di dunia modelling. Banyak yang berasumsi bahwa para model hanya mengandalkan tubuh langsing, rambut yang indah, tapi tidak memiliki ‘otak’.

“Model itu jauh lebih pintar dari yang orang pikirkan. Bayangkan ketika Anda harus hidup seorang diri di Paris pada usia 15 tahun. Anda hanya diberikan sebuah ‘peta’, dan harus menavigasinya sendiri. Tidak banyak yang tahu, sebagian besar model ternyata dapat berbicara banyak bahasa. Isu-isu seperti ini sangat jarang dibicarakan,” tutur Lyndsey, sebagaimana dilansir dari Forbes, Minggu (9/9/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini