nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angkat Keunikan Budaya Pemda Raja Ampat Gelar Event Festival Suling Tambur

Chanry Andrew S, Jurnalis · Minggu 09 September 2018 12:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 09 406 1948100 angkat-keunikan-budaya-pemda-raja-ampat-gelar-event-festival-suling-tambur-UqhCaNb9BE.jpg Suling Tambur (Foto: Andrew Chan)

WAISAI - Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, akan menggelar even festival Suling Tambur yang akan menampilkan pertunjukan-pertunjukan budaya leluhur Raja Ampat. Festival Suling Tambur ini akan di gelar di kampung Kabare, distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat pada tanggal 18 hingga 20 September 2018.

Ketua Panitia Festival Suling Tambur, Orideko Burdam menjelaskan, kegiatan festival ini sendiri digelar dengan tujuan mengangkat adat dan budaya Raja Ampat yang sangat unik dan terkenal selain keindahan alam Bahari Raja Ampat.

“Pemda Raja Ampat berbesar hati untuk menggelar festival ini dengan tujuan mengangkat budaya Raja Ampat. Karena, semua tahu bahwa setiap ada event besar Suling Tambur selalu terdepan juga menjadi tontonan, sehingga tidak ada salahnya kali ini menjadi event utama festival,” ujar Orideko Burdam, saat berbincang-bincang dengan Okezone di Waisai, Minggu (9/9/2018).

Lanjut Oridek, festival Suling Tambur yang akan diadakan di Kabare bersifat terbuka untuk umum. Dimana peserta tidak hanya yang ada di Waigeo Utara tetapi dari seluruh di kabupaten Raja Ampat. Bahkan, group yang dari luar Raja Ampat dapat juga bergabung dalam meramaikan event besar festival Suling Tambur ini dengan turut serta dalam berbagai pertunjukan.

“Selama ini event besar seperti festival selalu diadakan di Kota Waisai, dan tidak pernah dilakukan di kampung. Olehnya untuk pertama kali akan dilakukan diluar Kota Waisai. Kalau sukses, kedepan kita akan lakukan di distrik lain. Terpenting infrastruktur pendukung siap, wilayah kampung bersih, dan masyarakat juga mau menyambut dengan antusias,” Jelas Orideko Burdam yang juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Raja Ampat tersebut.

Suling Tambur sendiri dikenal sebagai musik tradisional masyarakat adat Raja Ampat, dimana musik tradisional ini digunakan saat dilakukan acara-acara besar serta penjemputan tamu yang datang ke Raja Ampat.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini