nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prediksi Resiko Penuaan di Wajah Lebih Tepat dengan Skin DNA Genomic

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 10 September 2018 18:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 10 194 1948603 prediksi-resiko-penuaan-di-wajah-lebih-tepat-dengan-skin-dna-genomic-A6P0UUnFjC.jpg Tes risiko penuaan di wajah (Foto:Getty)

INOVASI di dunia estetika, termasuk di dalamnya dunia seputar kecantikan wajah.

Seputar kecantikan wajah, bukan hanya soal produk make-up atau tren make-up, tetapi juga perawatan kulit wajah.

Dalam perawatan kulit wajah, selama ini biasanya tahapan pemeriksaan kulit yang ada kebanyakan dilakukan melalui metode observasi klinis oleh dokter ataupun menggunakan skin analyzer. Di mana ternyata, ini adalah suatu kelemahan yang hanya melihat kondisi kulit secara makro, tidak bisa memprediksi resiko penuaan pada kulit di masa yang akan datang.

 Intip Summer Style Wulan Guritno dan Shaloom, Dua-duanya Seksi!

Tapi tenang, seiring dengan kemajuan di bidang estetika, sekarang para wanita yang ingin memeriksakan kondisi kulit wajahnya dengan hasil yang lebih akurat bisa bernafas lega karena sekarang sudah ada yang namanya Skin DNA Genomic.

Ini adalah sebuah tes yang dilakukan demi mengetahui prediksi resiko penuaan pada kulit di masa yang akan datang. Tes untuk mengetahui seberapa resiko penurunan produksi kolagen kulit, resiko munculnya kerutan, hiperpigmentasi atau flek, resiko jerawat hingga resiko alergi.

Tahapan tes ini adalah hanya dengan mengambil sample air liur pasien lalu kemudian sample tersebut dibawa ke laboratorium di Korea, kemudian hasilnya akan bisa diketahui pasien dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan.

Tes ini hanya cukup dilakukan sekali seumur hidup namum mampi memprediksi resiko penuaan pada kulit berdasarkan gen dan mampu merekomendasikan treatment yang lebih tepat, sesuai dengan kondisi gen pasien. Sehingga pasien akan mendapatkan treatment sesuai dengan kebutuhan dan lebih bersifat personal.

 

Disebutkan lebih lanjut, tes akan menganalisa kurang lebih 13 gen yang berhubungan dengan penuaan kulit, yang terbagi dalam enam parameter yaitu sistem anti-oksiden, pigmentation, inflammation system, collagen regeneration, wrinkle, dan skin cell regeneration.

Dijelaskan lebih lanjut oleh dr.Gaby Syerly dari Youth & Beauty Clinic, para pasien yang telah melakukan tes Skin DNA Genomic nantinya jika memiliki hasil normal maka perawatan anti-aging seperti apa bisa sesuai kehendak pasien.

 Wanita Ini Bertaruh Nyawa demi Dapatkan Bokong Besar

"Ya kalau hasil dari tes ini normal, terserah pasien mau treatment anti-aging apa. Contohnya seperti hasil tes Ussy Sulistiawati ini, untuk kolagen degeneration ini keliatan pengurangan kolagennya. Kalau Ussy normal makanya terlihat awet muda. Ada juga yang risky (beresiko) yang bisa membuat kulit lebih cepat penuaan dini. Jadi kan bisa tahu tperawatannya yg tepat apa, seperti perawatan ultera contohnya. Atau skin glication, Ussy ini kecederungan kerutnya normal. Antisipasi awal kalau risky, maka perawatannya seperto botoks," jelas dr. Gaby yang ditemui Senin (10/9/2018) dalam acara media gathering "Youth & Beauty Clinic" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dr.Gaby menambahkan, tes ini bisa dilakukan di usia masa pubertas dimulai atau sekitar usia 17 tahun ini, upaya pencegahan akan bisa dilakukan dari sekarang.

"Sedini mungkin dengan tes ini kita bisa mencegah ke depannya. Minimal pakai sunblock kalau misal hasil pigmentasinya very risky. Pakai sunblock kalau bisa 50 SPF nya, Anak-anak,ABG, remaja bisa juga dibiasakan pakai sunblock," tandasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini