nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makna dan Keutamaan dari Bulan Muharram dalam Kalender Hijriah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 September 2018 13:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 196 1948506 makna-dan-keutamaan-dari-bulan-muharram-dalam-tanggalan-hijriah-XmqABRa8nF.jpg Ilustrasi bulan Muharram (Foto: Themuslimvibe)

DALAM tanggalan Islam atau Tahun Hijriah, awal bulan dinamai dengan Muharram. Awal bulan ini ternyata memiliki makna tersendiri bagi umat Islam dan banyak keutamaan di belakangnya.

Seperti yang dijelaskan Pengurus Lembaga Dakhwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ustadz Fauzan Amin, dalam menyambut awal tahun ini, umat Islam disunnahkan membaca doa awal tahun yang bertujuan agar Allah SWT melindungi kita semua dalam segala urusan.

Ustadz Fauzan juga menuturkan bahwa bulan Muharram itu memiliki maknanya sendiri. Jika merujuk pada arti kata, Muharram secara bahasa berarti diharamkan. Maksudnya adalah salah satu bulan dari dari empat bulan yang diharamkan Allah SWT untuk melakukan peperangan.

 BACA JUGA:

Sambut Akhir & Awal Tahun Hijriah, Umat Islam Disunnahkan Lakukan Amalan Ini

Dia menjelaskan, menurut Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa, ada makna lain dari Muharram ini. “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut, jika saja hukum awal jihad disyariatkan, maka khusus bulan tersebut Allah SWT mengharamkannya. Diharamkan pula mendzolimi diri sendiri dengan perbuatan dosa, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (Q.S. at Taubah :36).

 

Ustadz Fauzan melanjutkan, diriwayatkan dari sahabat Abu Bakrah radhiyallohu anhu, Rasulullah SAW menjelaskan keempat bulan haram yang dimaksud adalah:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan Sya’ban.” [ HR. Bukhari (3197) dan Muslim (1679).

Lebih lanjut, Ustadz Fauzan coba mengupas lebih dalam keutamaan dari Bulan Muharram ini. Dalam keterangannya, dia menjelaskan bahwa Bulan Muharram adalah bulan Haram.

"Qatadah bin Di’amah Sadusi menyatakan, “Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar," katanya saat diwawancarai Okezone, Senin (10/9/2018).

Kemudian, Ustadz Fauzan juga menuturkan bahwa Bulan Muharram ini adalah Bulan Allah (syahrullah). Dalam keterangannya, dia menuturkan bahwa keduabelas bulan yang ada adalah makhluk ciptaan Allah, akan tetapi bulan Muharram meraih keistimewaan khusus karena hanya bulan inilah yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah). Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam, [H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu].

 

Hadits ini, sambung Ustadz Fauzan, mengindikasikan adanya keutamaan khusus yang dimiliki bulan Muharram karena disandarkan kepada lafzhul Jalalah (lafazh Allah). Para ulama menjelaskan bahwa ketika suatu makhluk disandarkan pada lafzhul Jalalah, maka itu mengindikasikasikan tasyrif (pemuliaan) terhadap makhluk tersebut, sebagaimana istilah baitullah (rumah Allah) bagi mesjid atau lebih khusus Ka’bah dan naqatullah (unta Allah) istilah bagi unta nabi Sholeh dan lain sebagainya.

Lalu, As Suyuthi mengatakan: dinamakan syahrullah (sementara bulan yang lain tak mendapat gelar ini) karena nama bulan ini “Al Muharram” adalah nama-nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama “Shafar Awwal”, kemudian ketika islam datang, Allah mengganti nama bulan tersebut dengan Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah).

Ustadz Fauzan menambahkan, bulan ini juga sering dinamakan dengan Syahrullah Al ‘Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian karena sangat terhormatnya bulan ini. Oleh karena itu, tak boleh ada sedikitpun riak dan konflik di bulan ini.

Sementara itu, Ustadz Fauzan menjelaskan bagaimana awal perhitungan dalam kalender Islam. Menurutnya, para ulama bersepakat bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain selain Ramadhan.

Namun demikian, mereka berbeda pendapat. Bulan apakah yang paling afdhal diantara keempat bulan haram yang ada?

Imam Hasan Al Bashri dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram”.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini