nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Cara Keluarga untuk Gagalkan Niat Bunuh Diri Seseorang karena Depresi

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 10 September 2018 16:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 10 196 1948608 5-cara-keluarga-untuk-gagalkan-niat-bunuh-diri-seseorang-karena-depresi-5xqAKdFc6O.jpg Ilustrasi (Foto: USNews)

KASUS bunuh diri kerap jadi pilihan terakhir seseorang saat mereka sulit keluar dari ancaman masalah yang dihadapi. Keluarga atau orang-orang terdekat tentu harus mencegahnya untuk menggagalkan rencananya itu.

Memilih untuk bunuh diri adalah bukan hal yang tepat. Tentunya hal itu merugikan diri sendiri, juga keluarga besarnya. Seseorang memutuskan bunuh diri bukan tanpa alasan. Mereka umumnya mengalami gangguan mental, seperti depresi fatal.

Psikolog Sani Budiantini juga mengungkapkan, bahwa seseorang punya niat bunuh diri merasa tidak ada yang bisa dilakukan untuk keluar dari masalah yang dihadapi, apapun masalahnya. Seseorang merasa seperti sudah tidak ada harapan lagi dan jalan keluar selain bunuh diri.

"Biasanya juga merasa bahwa tidak ada yang membantu dirinya," terang Sani, saat dihubungi Okezone, Senin (10/9/2018).

 (Baca Juga:Miris! Asian Games 2018 Usai, Atlet Peraih Medali Kembali Jualan Es Teh)

Sepanjang hidupnya dihantui rasa bersalah yang menyebabkan trauma. Belum lagi ada rasa halusinasi yang ada di benak mereka.

Adapun masalah terberat yang membuat orang berniat bunuh diri karena gagal mendapatkan cinta dari seseorang yang diincar, kasus keluarga seperti perceraian, hingga masalah pendidikan atau gagal mendapatkan jabatan yang diimpikan.

Sani menjelaskan, niat bunuh diri sebenarnya dapat dicegah. Pencegahannya bisa dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri untuk memberikan pertolongan.

Dijelaskan lebih lanjut, Okezone merangkumnya lewat ulasan berikut untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Senin (10/9/2018).

 (Baca Juga:Makna dan Keutamaan dari Bulan Muharram dalam Kalender Hijriah)

1. Siap jadi 'tempat' curhat

Ketika ada anggota keluarga yang merasakan kesulitan menghadapi masalah, seharusnya yang lain siap jadi "tempat" curhat. Kalau menunjukkan sikap aneh, sebaiknya Anda peka. Tanyakan bagaimana kondisinya, lalu beri pencerahan dan dukungan supaya menggagalkan niat bunuh diri.

 

2. Yakinkan bahwa dia bisa menghadapi masalah

Seseorang yang sedang menghadapi masalahnya yang rumit sampai mengarah pada risiko depresi, sebaiknya beri dukungan moral yang baik. Semangati dan yakinkan bahwa dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik.

"Jangan sampai menurunkan suasana hatinya, lalu membuatnya cenderung murung," ujar Sani.

 (Baca Juga:2 Orang Ini Minum Air Kencing Sendiri untuk Turunkan Berat Badan dan Obati Jerawat, Kebenaran atau Kebodohan?)

3. Saling membantu

Manusia diciptakan untuk saling membantu satu sama lain, misalnya dengan mendengarkan keluh kesahnya dan bersedia membantu menyelesaikan masalah. Jangan cenderung acuh atau cuek dengan seseorang yang tengah menghadapi masalah, supaya dia tidak merasa tidak dipedulikan.

4. Hindari pembuatan judgment

Ketika seseorang menghadapi masalah jangan malah menghakimi. Jangan menyalahkan seseorang yang tengah terpuruk. Hal ini bisa membuatnya semakin tertekan, bahkan ada niatan bunuh diri yang merugikan.

5. Jangan mengentengkan masalah

Ketika anggota keluarga ada yang mengalami masalah, jangan suka mengentengkan. Bantulah sebisa mungkin dan cari jalan keluarnya bersama-sama.

"Apapun masalahnya, dengarkan dan akui perasaan yang disampaikan. Lalu, sama-sama cari jalan keluarnya," pungkas Sani.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini