nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita di Australia Habiskan Rp42,32 juta demi Benahi Vaginanya yang Tak Simetris

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 10 September 2018 02:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 481 1948271 wanita-di-australia-habiskan-rp42-32-juta-demi-benahi-vaginanya-yang-tak-simetris-BhDzqD3q4H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA orang yang tidak puas pada penampilannya rela merogoh kocek lebih dalam untuk melakukan operasi, sehingga mereka bisa mencapai penampilan ideal. Namun, bagaimana jika bagian tubuh yang dianggap kurang tersebut adalah alat vital?

Mungkin Anda banyak mendengar pria berusaha memperbesar alat kelamin mereka, karena satu dan lain hal. Nah, kasus yang satu ini cukup unik, karena yang melakukan perubahan pada alat kelaminnya adalah wanita.

"Mereka (vaginanya) sedikit asimetris dan itu membuat saya kurang nyaman ketika berhubungan intim dengan orang," kata Elena, wanita 32 tahun yang berasal dari Sydney, seperti dilansir dari The Sun.

Baca Juga: Viral Papa Ganteng Mengasuh Bayi Kembar, Lebih Gemas Ayah atau Bayinya?

“Itu tidak nyaman secara fisik. Mereka akan bergesekan dengan pakaian tertentu. Saya tahu bahwa tidak ada yang sempurna, dan kita semua datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Tapi saya hanya tidak sepenuhnya senang dengan milik saya," jelas dia.

Elena pun memilih melakukan labiaplasty, salah satu prosedur bedah kosmetik yang paling cepat berkembang. Operasi ini, bisa mengurangi ukuran labia, dan lipatan kulit di sekitar vulva di luar vagina.

Dia pun akhirnya memilih memangkas salah satu labia miliknya di ahli bedah plastik Sydney Dr Laith Barnouti. “Dokter bedah saya sangat profesional. Dia membuatku merasa seperti sedang melihat tanganku,” tuturnya.

Baca Juga: Biasa Tampil Tomboy, Atlet Voli Aprilia Manganang Terlihat Cantik Pakai Rok

Prosedur ini menghabiskan 2.200 pondsterling atau sekira Rp42,32 juta, meskipun dia menerima sebagian uangnya kembali dari Medicare. Pengembalian dana ini hanya tersedia ketika prosedur dilakukan untuk memperbaiki "anomali" dan tidak tersedia untuk prosedur kosmetik murni.

Elena mengatakan dia kembali bekerja sehari setelah prosedur dan jahitannya segera dibuka. “Saya sangat senang dengan hasilnya. Saya hanya merasa lebih percaya diri. Bagi saya, ini seperti memiliki pembesaran payudara. Itu hanya operasi kosmetik, ”katanya.

Juru bicara Australian Society of Plastic Surgeons, Profesor Mark Ashton, mengatakan labiaplasties harus dilakukan oleh ahli bedah plastik atau ahli bedah ginekologi yang berkualitas.“Orang perlu memastikan mereka ditangani ahli bedah yang dilatih dengan tepat,” kata Profesor Ashton.

Meskipun Elena menjalani labiaplasty untuk menghilangkan ketidaknyamanan fisik, banyak ahli kesehatan mengatakan mereka prihatin dengan meningkatnya jumlah wanita, terutama gadis remaja, yang memiliki "kecemasan anatomi genital" dan meminta labiaplasty untuk mengubah bagian tubuh mereka yang ternyata masih normal.

Dokter umum, ahli bedah plastik, dan dokter kandungan mengatakan banyak wanita memiliki pemahaman yang melenceng tentang apa itu vagina yang tampak normal, karena popularitas pornografi online, gambar photoshopped alat kelamin, dan karena lebih banyak wanita mencukur rambut kemaluan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini