nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekurangan Bahan Baku, Kuba Gunakan Kondom untuk Fermentasi Anggur

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 10 September 2018 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 481 1948420 kekurangan-bahan-baku-kuba-gunakan-kondom-untuk-fermentasi-anggur-oqrlluxITE.jpg Manfaat Unik Kondom (Foto: Reuters)

SEMUA orang tentu sudah tidak asing lagi dengan kondom. Ya, kondom menjadi salah satu alat kontrasepsi yang cukup ampuh dalam mencegah angka kehamilan.Namun, kondom tidak hanya mampu digunakan sebagai alat kontrasepsi. Beberapa dari masyarakat justru menggunakan kondom untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

Para warga Kuba, menggunakan kondom untuk memancing,memfermentasi anggur hingga mengikat rambut. Kondom lateks telah menjadi alat multiguna yang sangat muktahir di wilayah tersebut.

Ide tersebut dicetuskan oleh para komunis yang kekurangan barang-barang pokok. Alhasil tak aneh jika banyak penemuan berhasil dilakukan para masyarakat yang mendiami tempat tersebut.

Sanksi perdagangan Amerika Serikat dan disfungsional dalam gaya berdagang Soviet membuat ekonomi menjadi sangat terpusat. Hal ini membuat beberapa toko di Kuba menjadi kekurangan barang kebutuhan sehari-hari.

Andai pun tersedia, maka barang tersebut akan dijual dengan harga yang sangat tinggi oleh negara tersebut. Atau masuknya barang melalui pasar gelap (ilegal) dengan harga yang terlalu mahal dan tak dapat mereka jangkau.

Namun kondom baik yang diproduksi di dalam negeri maupun diimpor dari Asia, adalah pasokan yang relatif melimpah di negara tersebut. Hal tersebut karena fokus negara Karibia pada kesehatan seksual.

Subsidi yang diberlakukan pemerintah membuat kondom menjadi barang yang murah. Satu kotak berisi tiga kondom hanya dijual seharga satu peso Kuba (sekira 4 sen dollar).

Bukan berarti harganya yang murah membuat kondom tersebut berkualitas buruk. Kuat dan elastis menjadi jaminan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diluar perlindungan terhadap infeksi menular seksual.

“Saya tidak dapat menahan klien untuk tetap tinggal, karena kami tidak dapat melakukan segala sesuatu. Kami kekurangan peralatan, sehingga kami mencari barang alternatif,” tutur Sandra Hernandez, seorang penata rambut Havana, yang menggunakan kondom sebagai hairbands.

Pada konser dan pesta ulang tahun anak-anak, kondom ditiup menjadi balon besar dengan rona keputihan melayang di udara. Di sepanjang pantai, pelampung yang terbuat dari beberapa karet diikat bersama bob di laut. Setelah itu mereka membawa kail-kail pancing umpan.

Hal Ini memungkinkan para nelayan untuk mengontrol sepanjang pantai Kuba terhadap kapal karena takut akan emigrasi ilegal yang akan membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan ikan.

“Tujuannya adalah untuk menangkap ikan yang lebih besar,” kata Angel Luis Nunez, seorang nelayan di jalan raya Malecon tepi laut ibukota, melansir dari Reuters, Senin (10/9/2018).

Penggunaan kondom secara lebih ekstrim dilakukan di Orestes Estevez. Pada pabrik anggurnya di Havana, ia menutup botol-botol anggurnya dengan kondom.

Karet kondom akan mengembang dan menjadi tegak saat proses fermentasi melepaskan gas. Ketika gas dalam kondom tersebut mulai mengendur berarti prosesnya telah selesai.

"Ini benar-benar meningkatkan persentase alkohol dan proses fermentasi,” tutur pemilik industri Anggur tersebut.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini