nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oktoberfest Jadi Ajang Pamer Belahan Dada, Turis-Turis Wanita Dikritik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 September 2018 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 11 194 1949093 oktoberfest-jadi-ajang-pamer-belahan-dada-turis-turis-wanita-dikritik-ZFBYkAjdUQ.jpg Penampilan dua turis wanita di Oktoberfest (Foto: Instagram)

FESTIVAL adalah sebuah perayaan yang diadakan secara rutin setiap tahunnya. Biasanya festival sengaja diselenggarakan untuk dinikmati semua orang. Acaranya pun bisa berupa bagian dari adat maupun ucapan syukur atas hasil tertentu.

Di Jerman, ada sebuah festival yang disebut Oktoberfest yang dilaksanakan selama berminggu-minggu. Festival ini telah rutin digelar sejak 1800-an yang terkenal menyuguhkam bir, makanan dan parade tradisional Bavaria.

Namun, beberapa waktu belakang ini ada yang menarik dalam festival ini, yakni adanya wanita yang berpakaian minim. Dalam sebuah wawancara, penulis berita kriminal di Munich menuduh para turis dengan buruk menirukan dirndls yang merupakan pakaian tradisional Bavaria yang biasanya dikenakan oleh wanita selama Oktoberfest.

"Wanita muda itu sering terlihat seperti mengenakan gaun porno, pendek, berpotongan dada rendah dan dengan bahan murah. Itu tidak ada hubungannya dengan identitas kami,” tegas sang penulis, sebagaimana dilansir Okezone dari Foxnews, Selasa (11/9/2018).

 (Baca Juga:Lebih Dekat dengan Raden Rauf, Hot Daddy Idola Netizen Masa Kini!)

Menurut laporan, lebih banyak orang mulai mengenakan pakaian tradisional Bavaria untuk festival bir paling populer di dunia ini. Franz Thalhammer, 70, mantan ketua kelompok rakyat Munich, Georgenstoana Baierbrunn, memanggil turis Australia dan Italia khusus untuk menyamakan seragam yang akan dikenakan.

“Dirndl adalah sesuatu yang bagus, ini bisa membuat semua orang terlihat cantik. Tetapi beberapa gaun yang Anda lihat hari ini cukup gila,” tutur Georgenstoana.

“Anda pergi ke tenda dan penuh dengan orang Australia dan Italia. Mereka telah mengeluarkan uang sebesar € 250 (setara Rp4,3 juta) untuk membeli pakaian lengkap Bavaria dan mengira mereka Bavarians. Seolah-olah mereka berjalan setengah telanjang dan mengatakan saya adalah orang Australia,” lanjutnya.

 (Baca Juga:Intip Pesona Masinis Jevi Santosa yang Sanggup Buat Penumpang Meleleh)

Pemilik toko yang menjual pakaian Bavarian mengatakan bahwa beberapa pelanggan yang datang ke toko menginginkan versi pakaian tradisional yang lebih seksi.

 

“Untuk wanita, kami memiliki ukuran sesuai panjang lutut atau lebih pendek dari selutut. Orang-orang biasanya memiliki ukuran normal. Karena para model mengenakan kostum ini, gadis-gadis datang ke toko dan mereka berkata, 'Saya ingin terlihat seksi',” tutur pemilik Toko London, Ulku Stephanides.

Pemilik bisnis berusia 55 tahun itu mengatakan penduduk setempat masih membeli rok setinggi lutut, tetapi generasi baru lebih tertarik pada bagaimana foto itu akan terlihat sempurna di media sosial.

“Ini adalah generasi baru. Minggu lalu saya melayani seorang gadis. Ia seperti Ratu Sheba. Dia membeli kostum seharga £ 20 (Rp387 ribu) dan mengambil foto untuk menunjukkannya kepada teman di Instagram. Saat itu ia berkata 'Saya tidak terlihat cukup seksi. Saya harus pergi ke Jerman, ke Oktoberfest',” tutur Stephanides.

Alhasil masalah ini telah dibawa ke media sosial untuk mengekspresikan kemarahan mereka pada rok pendek dan baju dengan belahan dada rendah.

(tam)

Berita Terkait

Oktoberfest

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini