Share

3 Supermodel Ini Jadi Populer, Tapi Mereka Bukan Manusia!

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 13 194 1950114 3-supermodel-ini-jadi-populer-tapi-mereka-bukan-manusia-B9Rm3C7J2E.jpg Shudu Gram (IG)

SHUDU disebut sebagai 'supermodel digital pertama di dunia' dan kini model digital tengah jadi perbincangan di dunia mode dan periklanan. Akankah mereka menggantikan peran model manusia?

Sekilas tiga model ini seperti manusia biasa, namun siapa sangka sosok mereka adalah rekaan digital.

 Baca juga: Kasus Penyakit GERD Terus Meningkat di Indonesia, Duduki 10 Besar!

"Saya terinspirasi membuat Shudu dari banyak supermodel yang saya lihat sedari kecil, Naomi Campbell, Iman, Alek Wek, dan Grace Jones," kata Wilson.

 Shudu Gram

"Saya terinspirasi membuat Shudu dari banyak supermodel yang saya lihat sedari kecil, Naomi Campbell, Iman, Alek Wek, dan Grace Jones," kata Wilson.

Model berkulit hitam dengan tinggi badan semampai layaknya supermodel yang lenggak-lenggok di berbagai catwalk terkenal dunia itu itu merupakan ciptaan fotografer dan seniman visual, Cameron James-Wilson.

 Baca juga: Nama-Nama Anak 90-an Ternyata Kembali Tren, Yuk Intip Apa Saja!

"Saya terinspirasi membuat Shudu dari banyak supermodel yang saya lihat sedari kecil, Naomi Campbell, Iman, Alek Wek, dan Grace Jones," kata Wilson.

Lebih lanjut Wilson mengungkapkan inspirasi utama Shudu adalah Barbie dari Afrika Selatan yang berkulit gelap yang menurutnya paling memesona.

Namun nyatanya kehadiran Shudu, model kreasi Wilson ini tak lepas dari kritikan.

"Awalnya saya berpikir Shudu bisa menjembatani perbedaan antara kenyataan dan fantasi dan saya mendapat banyak kritik karena itu," tutur Wilson menanggapi kritik yang diarahkan padanya.

 Baca juga: Intip Keunggulan dari Wanita China, Selain Cantik Ternyata Ada Ciri-Ciri Lain Loh!

Shudu Gram

Banyak kalangan yang menyebut Shudu akan mengambil alih pekerjaan di dunia modeling bagi model perempuan berkulit gelap.

"Tapi, kritik itu juga memicu perdebatan tentang topik-topik yang justru penting, topik tentang representasi, ketersediaan pekerjaan di berbagai bidang, juga kesempatan bagi perempuan berkulit gelap," lanjut Wilson.

Ia mengaku adanya perdebatan itu justru membuatnya senang.

Permintaan model digital semakin meningkat bukan hanya di dunia mode tapi juga periklanan

Wilson mengatakan, semua kalangan masih harus menunggu, apakah ini bisa memengaruhi pekerjaan di dunia modeling atau tidak.

"Saya harap kehadiran Shudu bisa mengedukasi banyak orang untuk lebih tertarik mendalami dunia tiga dimensi," pungkas sang kreator.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini