nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Penyakit GERD Terus Meningkat di Indonesia, Duduki 10 Besar!

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 13 481 1949975 kasus-penyakit-gerd-terus-meningkat-di-indonesia-duduki-10-besar-wB4tbdOcGQ.jpg GERD (Healthsite)

BERDASARKAN data Kementerian Kesehatan, penyakit yang berhubungan dengan gastrointestinal menduduki 10 besar penyakit terbanyak penderitanya di Indonesia.

Pasien umumnya datang ke dokter dengan keluhan pada saluran pencernaan. Jurnal Digestive Endoscopy pada 2009 menampilkan studi yang dilakukan Prof Dr dr Dadang Makmun SpPD-KGEH.

 Baca juga: Nama-Nama Anak 90-an Ternyata Kembali Tren, Yuk Intip Apa Saja!

Sakit perut

Hasil studinya menunjukkan bahwa diare, gastroenteritis, dispepsia, dan GERD (gastroesophageal reflux disease ) menempati penyakit terbanyak yang menyebabkan pasien berobat rawat jalan, apalagi dengan semakin merebaknya gaya hidup tidak sehat, yakni pola makan tidak sehat, seperti kurang serat dan banyak konsumsi daging atau cokelat, termasuk kebiasaan merokok.

“Walau tidak mengancam jiwa, pada kenyataannya sebagian besar penderita GERD mengalami kecemasan. Belum lagi, keluhan panas di dada dan perut tidak nyaman sehingga kualitas hidup menurun,” papar Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP dalam acara Peluncuran Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI).

Dia melanjutkan, makanan berkadar lemak tinggi menyebabkan penundaan pengosongan lambung yang berakibat munculnya GERD. Keluhan itu tidak hanya terjadi pada pasien, tapi juga kalangan medis.

 Baca juga: Kimberly Tandra Pukau Penonton New York Fashion Week saat Bawa Nuansa Bendera Indonesia

Sakit Perut

Prevalensi GERD, menurut hasil studi Prof Ari terhadap dokterdokter di Indonesia, didapatkan mencapai 27,4%. “Padahal, apabila dibiarkan, GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi,” ungkapnya.

Hal ini terjadi karena asam lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan sehingga yang awalnya hanya berupa perlukaan, lama-kelamaan luka semakin luas dan bisa menyebabkan penyempitan kerongkongan bawah.

 Baca juga: Kerap Merinding? Artinya Anda Berprestasi & Lebih Bahagia

Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan yang menyebabkan terjadinya penyakit barrettís yang merupakan lesi prakanker.

“Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi, tenggorokan, pita suara, saluran pernapasan bawah, bahkan paru-paru,” katanya. Tidak mengherankan, penyakit gastrointestinal ini juga menempati 10 besar penyebab kematian karena penyakit terbanyak di Indonesia. Atas latar belakang tersebut, YGI didirikan.

 Baca juga: 5 Fakta tentang Bulimia, Kelainan yang Pernah Diderita Putri Diana

YGI merupakan yayasan nonprofit yang didirikan dokter-dokter spesialis konsultan gastro -enterohepatologi (KGEH) yang juga merupakan pengurus besar Perkumpulan Gastro -enterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpun an Endoskopi Gastro - intestinal Indonesia (PEGI).

Sebagian besar penyakit pencernaan dapat dicegah, salah satunya dengan gaya hidup sehat dan deteksi secara dini. Maka itu, dokter-dokter spesialis konsultan gastro - enterohepatologi terpanggil untuk mengedukasi masyarakat sebagai langkah preventif.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini