nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyicip Sate Kuah Pontianak, Siap-Siap Ketagihan

Hambali, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 298 1950345 nyicip-sate-kuah-pontianak-siap-siap-ketagihan-DmY6ex9y1B.jpg Sate kuah pontianak (Foto:Hambali/Okezone)

UMUMNYA makanan sate disajikan dengan cara dibaluri oleh bumbu kecap ataupun kacang secukupnya. Namun ada yang berbeda dengan kuliner sate asal pulau Borneo ini, dimana dalam penyajiannya justru dicampur oleh kuah kental yang tajam citarasa bumbu dan rempah.

Kuliner itu bernama Sate Kuah Pontianak. Memang jika didengar, istilah namanya agak asing bagi kita yang sering menikmati kuliner sate di banyak tempat. Namun saat mencoba mencicipinya, dijamin ada rasa istimewa yang dirasakan.

 Biasa Seksi, Begini Tampilan Dj Dinar Candy Pakai Busana Muslimah

"Sate Kuah Pontianak ini secara historis dulu adalah sate melayunya orang Kalimantan Barat, atau pesisir Kalimantan. Yang jadi pembeda dari sate lainnya adalah, sate ini berkuah dan bumbunya adalah bumbu medok melayu," terang Fendry Novianto (36), pemilik booth Sate Kuah Melayu di Festival Kuliner Serpong (FKS), kepada Okezone Kamis 13 September 2018.

Cara pengolahannya pun agak berbeda dengan sate lainnya. Dibeberkan Fendry, potongan daging sapi atau ayam yang telah berada dalam tusuk sate direndam di dalam bumbu khusus sejak 1 hari sebelum siap diolah.

"Sate ini sudah dibumbui sebelum siap dibakar, agar bumbunya lebih meresap," imbuhnya.

 

Dalam pengolahannya, sate kuah pontianak yang telah direndam bumbu medok melayu lalu dipanggang diatas bara api selama beberapa menit. Sambil menunggu matang, potongan ketupat dan mentimun disiapkan didalam wadah mangkuk plastik.

Selanjutnya, potongan ketupat dan mentimun disiram dengan kuah hangat, lalu ditiriskan. Berikutnya, sate yang telah matang turut dimasukkan keatas potongan ketupat dan timun dengan ditaburi bawang goreng, daun bawang, serta perasan jeruk sonkit.

"Setelah lengkap didalam wadah, baru disiram dengan kuah dan diberi kecap asin. Kalau bumbunya hanya bumbu kacang saja," jelasnya lagi.

Menurut Fendry, bumbu medok melayu yang disiram keatas sate sangat kental dengan rasa rempah-rempah. Bumbunya sendiri didominasi oleh kunyit, disamping campuran rempah lainnya. Jika sudah demikian, maka sate kuah siap disajikan untuk disantap.

"Kalau di Kalimantan ini jadi makanan favorit. Rasanya kalau sudah mencoba, pasti ketagihan. Bumbu kuahnya sedap, ditambah lagi sate yang yang telah direndam bumbu medok melayu sehari sebelumnya makin menambah nikmat rasa dan aroma," ucap Frendy.

Untuk satu porsi, sate  berisi 10 tusuk Sedangkan harganya masih relatif terjangkau, yakni seharga Rp45 ribu bagi satu porsi sate daging sapi maupun daging ayam.

Selama berlangsungnya pagelaran Festival Kuliner Serpong 'Pesona Bumi Borneo' sejak 16 Agustus 2018, lebih dari 8 ribu porsi ludes terjual. Artinya, rata-rata tiap hari terjual sekira 80 porsi sate kuah. Para pembelinya mayoritas adalah warga asal Kalimantan.

 

"Harapan saya mengikuti festival kuliner ini ada 2, pertama adalah membuat warga merasakan kuliner asal daerahnya sendiri, karena ini sangat jarang yang jual. Lalu kedua, memperkenalkan makanan khas Borneo yang banyak variasinya kepada masyarakat luas," tandasnya.

 Jadi "Sugar Baby", Mahasiswi Ini Diberi Uang Jajan Hampir Rp15 Juta untuk Sepekan

FKS merupakan agenda tahunan dari Summarecon Mall Serpong yang mengangkat beragam kuliner nusantara. Tahun ini, festival kuliner itu dihelat sejak tanggal 16 Agustus hingga 16 September 2018. Sedangkan event perdananya telah dimulai tahun 2011 silam, yang mengangkat keindahan pulau dewata dengan tema 'Beauty of Bali'.

Dilanjutkan tahun berikutnya berturut-turut yakni, 'Minang Nan Rancak', 'Jawa Sing Ngangeni', 'Sulawesi Nyamanna'..Pe Sedap', Horas, Beta Mangan Hita',Wuenak E' Puolll', 'Raos Pisan Euy', dan tahun 2018 ini bertema 'Pesona Bumi Borneo'.

"Menghadirkan hal yang berbeda, FKS tahun ini mengadakan program bertajuk semangat makanan nasional Indonesia, sebagai bentuk dukungan kami kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI). Kami berharap, event ini menambah wawasan dan kepedulian untuk melestarikan kebudayaan nasional, tidak hanya kuliner, tapi juga dengan ragam budaya tradisional daerah," tutur Willy Efendy, Center Director Summarecon Mal Serpong.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini