nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Bayi Lahir Bermata Satu, Hanya Ada 7 Kasus di Dunia

Mohammad Saifulloh-Liansah Rangkuti, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 00:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 14 481 1950216 penyebab-bayi-lahir-bermata-satu-hanya-ada-7-kasus-di-dunia-65UhE0CfQs.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

KELAHIRAN seorang bayi bermata satu di RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Kamis 13 September sore, mengejutkan banyak pihak karena kasus serupa tergolong langka.

Tercatat baru ada tujuh kasus di dunia, penyebabnya pun masih misterius. Sang bayi yang berjenis kelamin perempuan ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal, Syarifuddin, hanya memiliki satu mata dan mulut saja, sementara hidungnya tidak ada.

Syarifuddin menyampaikan, kejadian seperti itu tergolong sangat langka, dan merupakan kasus ke-7 yang terjadi di seluruh dunia. Sebelum kejadian ini, kasus yang sama terakhir pernah terjadi di Mesir pada 6 Oktober 2015.

Penyebab kejadian di Mandailing Natal masih belum diketahui secara pasti, hanya saja menurut dokter bisa saja karena virus rubella, atau karena obat-obatan atau juga akibat Mercury. "Jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah sang bayi sebagai penambang, bisa jadi. Kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup," kata Syarifuddin.

Adapun terkait kasus kelahiran bayi bermata satu di Mesir pada 2015 lalu, laman Daily Mail melaporkan kalangan medis meyakini bahwa bayi tersebut menderita cyclopia, yaitu kondisi kelainan medis merujuk pada gambaran makhluk raksasa mitologi Yunani bermata satu.

(Baca Juga: Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir di Mandailing Natal Sumut)


Diyakini pemicunya adalah akibat paparan radiasi di rahim sang ibu. Pendapat medis lain mengemukakan bahwa kondisi langka ini terjadi akibat konsumsi obat-obatan oleh sang ibu.

Kondisi mata tunggal dan hidung yang hilang, adalah hasil dari rongga mata anak yang tidak terbentuk dengan benar di dalam rahim. Mayoritas bayi yang dilahirkan dengan kondisi ini tidak dapat bertahan hidup lama karena fungsi jantungnya tidak normal.

Dr Ahmed Badruddin, yang menangani kasus kelahiran bayi bermata satu di Mesir, mengemukakan bahwa kasus semacam ini hanya terjadi empat dari 1.000 kelahiran, namun dalam banyak kasus kehamilan tidak sampai sempurna. Kasus semacam ini lebih banyak ditemukan terjadi pada hewan, bukan manusia.

(Baca juga: Intip Keunggulan dari Wanita China, Selain Cantik Ternyata Ada Ciri-Ciri Lain Loh)

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini