nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang dengan Body Bentuk Pir Lebih Sehat dari yang Berbentuk Apel, Ini Penjelasan Ahlinya

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 13:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 481 1950390 orang-dengan-body-bentuk-pir-lebih-sehat-dari-yang-berbentuk-apel-ini-penjelasan-ahlinya-xKuELdh4PL.jpg Ilustrasi apel dan pir

SESEORANG dengan body mirip pir tak hanya identik seksi dan bohay. Tapi kondisi fisiknya lebih sehat daripada pemilik body mirip buah apel.

Sekelompok ilmuwan telah menemukan bahwa timbunan lemak biasanya banyak di sekitar pinggul bagi perempuan, sehingga menghasilkan tampilan bentuk seperti buah pir. Sementara pada laki-laki, lemak cenderung menumpuk di sekitar perut, yang menciptakan body mirip apel.

Tim peneliti dari University of California, Riverside, meneliti tikus jantan dan betina. Mereka membandingkan kondisinya. Pada tikus jantan ditemukan sering mengalami peradangan saraf, aktivasi respon sistem kekebalan di otak, ketika diberi diet tinggi lemak. Sementara pada tikus betina tidak terpengaruh.

Dalam studi tersebut, tikus jantan menunjukkan tanda-tanda testosteron rendah dan jumlah sperma berkurang, selain peradangan saraf. Para peneliti pun percaya bahwa perempuan bebas gemuk karena dilindungi estrogen ovarium.

 (Baca Juga:Pria Wajib Baca! 10 Cara Membuat Perasaan Pasangan Lebih Baik saat Menstruasi)

Nah, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology menyebutkan, seorang perempuan bertambah berat badan setelah menopause, karena penurunan estrogen yang cepat.

 

Pemimpin studi, Djurdjica Coss, yang juga seorang profesor ilmu biomedis di Sekolah Kedokteran UCR mengatakan, dalam studi tersebut, tikus betina yang diteliti tidak menunjukkan peradangan saraf atau perubahan dalam hormon reproduksi, saat diberi diet tinggi lemak.

"Tikus yang diet tinggi lemak mengembangkan sindrom metabolik, yang mencakup diabetes tipe 2 dan insensitivitas insulin. Ini sama dengan manusia yang obesitas," kata Dr Coss.

Dia menyebutkan, laki-laki obesitas memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Maka dia dapat mengalami libido rendah, energi rendah, serta mengurangi kekuatan otot.

 (Baca Juga:Hati-Hati, Jangan Biarkan Bayi Baru Lahir Dicium Sembarangan Orang! Bisa Membahayakan Nyawanya)

"Tikus jantan gemuk menunjukkan hampir 50% mengalami penurunan testosteron dan jumlah sperma," sebut Dr Coss.

Sementara bagi tikus betina yang gemuk mengalami kesulitan dengan siklus menstruasi. Mereka juga sulit berovulasi, sehingga menurunkan kesuburannya.

Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa perempuan dan tikus betina menyimpan lemak berbeda dari laki-laki atau tikus jantan. Dalam tubuh perempuan dapat menyimpan lemak secara internal, yang berarti di bawah kulit. Di sisi lain, laki-laki menumpuk lemak di daerah visceral tubuh, yang mempengaruhi organ dalam alias di sekitar perut.

“Sementara saat kelebihan berat badan, perempuan lebih terlindungi daripada laki-laki. Untuk hasil studi lanjutan, bakal ada eksplorasi lain dalam waktu dekat," simpul Dr Coss.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini