nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Kemenpar Jadikan Surabaya Poros untuk Tingkatkan Pamor Danau Toba

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 15 September 2018 11:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 15 406 1950831 alasan-kemenpar-jadikan-surabaya-poros-untuk-tingkatkan-pamor-danau-toba-RO1lgoSPLa.jpg Poros Surabaya untuk Danau Toba (Pradita Ananda/Okezone)

DANAU Toba telah lama dikenal menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Indonesia. Namun sayangnya, diketahui dua tahun belakangan ini sektor pariwisata di kawasan Danau Toba tengah mengalami penurunan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, pamor akan Danau Toba sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di Tanah Sumatera bisa semakin turun. Padahal, sayang sekali jika pesona keindahan dari danau vulkanik terbesar ini terabaikan begitu saja, apalagi oleh kita masyarakat Indonesia sendiri.

 Baca juga: Lelah Bekerja Tapi Tetap Ingin Bercinta? Coba Posisi Siput

Poros Danau Toba (Pradita/Okezone)

Maka dari itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kini tengah giat mendorong sektor pariwisata Danau Toba melalui program promosi hestek “Ayo ke Toba”. Setelah sukses mempromosikan pariwisata Danau Toba di Yogyakarta sebagai kota pertama yang ditunjuk sebagai lokasi promosi dengan perolehan transaksi potensial sekitar senilai delapan milyar dan transaksi real terjual 40 packs paket wisatra, sekarang Kemenpar melanjutkan program promosi “Ayo ke Toba” di wilayah Jawa Timur dengan menunjuk kota Surabaya sebagai poros utama.

Di tengah banyaknya kota-kota besar di Indonesia, sebetulnya apakah yang menjadi alasan dari pihak Kemenpar menunjuk Surabaya sebagai titik poros utama dalam hal kegiatan mempromosikan wisata daerah Danau Toba? Menjawab pertanyaan ini, Okezone bertanya kepada Rahma Yuliana selaku Kasubdit Area IA Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

 Baca juga: Penyebab Bayi Lahir Bermata Satu, Hanya Ada 7 Kasus di Dunia

“Misi penjualan wisata Danau Toba ini memang di luar Sumatera, kita kembangkan ke wilayah Jawa. Nah, Surabaya termasuk kota yang punya kantung wisatawan cukup besar. Untuk pihak kita, Surabaya ini adalah kota kedua terbesar untuk infrastruktur dan ditambah lagi dinobatkan sebagai kota terbaik di sektor pariwisata. Makanya optimis sales mission Danau Toba ini bisa bersinergi dengan paket-paket wisata Danau Toba dengan paket wisata yang dijual di Jawa Timur,” ungkap Rahma saat ditemui Okezone, belum lama ini dalam acara peluncuran program misi penjualan “Ayo ke Toba” di Surabaya, Jawa Timur.

 Poros Danau Toba (Pradita/Okezone)

Terlepas dari faktor-faktor di atas, Rahma menyebutkan sebagai kota besar, dari segi pariwisata Surabaya sendiri mempunyai sinergi yang begitu baik dengan pihak pemerintah pusat. “Surabaya ini lebih bersinergi ke kamu, destination branding nya bagus. Pihak-pihak seperti ASITA, PHRI, Dinas Pariwisata setempat, stakeholders bersinergi bagus dengan kami. Paling responsive untuk sektor pariwisatanya. Jadi lebih ke sinergi itu sih, untuk menjual paket wisata Danau Toba,” tambahnya.

 Baca juga: Jadi "Sugar Baby", Mahasiswi Ini Diberi Uang Jajan Hampir Rp15 Juta untuk Sepekan

Sementara itu, diketahui lebih lanjut program sales mission Danau Toba “Ayo ke Toba” yang ditargetkan di 2019 nanti secara skala nasional bisa meraup 1 juta wisatawan mancanegara ini tidak hanya akan berhenti di Yogyakarta dan Surabaya, namun juga ke kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Jakarta, Bandung, hingga Makassar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini