nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moms Membentak dapat Merusak Tumbuh Kembang Anak Lho

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 13:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 16 196 1951161 moms-membentak-dapat-merusak-tumbuh-kembang-anak-lho-E2INQc8qIY.jpg Membentak anak bisa merusak tumbuh kembang anak (Foto:Ist)

SETIAP orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun terkadang, keinginan yang begitu besar untuk menjadikan anak yang terbaik justru membuat para orang tua tanpa sadar membuat kesalahan.

Terkadang memang orang tua sering dihadapkan dengan situasi yang membuat jengkel dan frustasi dengan anak. Tetapi, cara Anda mengungkapkan rasa frustasi dan menghadapi situasi tersebut dapat memiliki implikasi yang besar tehadap perkembangan kepribadian juga kesehatan mereka.

Bahkan, langkah-langkah pendisiplinan orang tua yang keras seperti membentak, dapat memiliki dampak yang lebih besar pada anak-anak. Dilansir dari healthline, Minggu (16/9/2018), berikut beberapa efek jangka panjang yang dapat terjadi pada anak jika Anda sering membentak mereka.

1. Merusak kepribadian

Anda mungkin berpikir bahwa membentak anak dapat memecahkan masalah dan dapat mencegah mereka berperilaku buruk di masa depan. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak masalah dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian tentang hubungan orang tua dan anak menunjukkan bahwa hal ini banyak terjadi. Dalam studi tersebut, anak-anak usia 13 tahun yang dibentak oleh orang tuanya bereaksi dengan meningkatkan tingkat perilaku buruk mereka di tahun berikutnya.

 

Studi lain juga menemukan bahwa tidak ada bedanya jika Anda menerapkan disiplin keras terhadap anak. Hasilnya akan sama saja, perilaku mereka justru akan semakin buruk.

2. Mengubah cara otak berkembang

Membentak dan teknik pengasuhan yang kasar lainnya dapat benar-benar mengubah cara otak anak untuk berkembang. Hal ini karena manusia memproses informasi dan hal negatif lebih cepat diserap oleh otak dibandingkan yang baik.

Sebuah penelitian membandingkan scan otak MRI orang-orang yang memiliki riwayat penyalah gunaan verbal orang tua di masa kecil dengan scan dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat tersebut. Studi tersebut menemukan bahwa perbedaan fisik yang nyata di bagian otak mereka yang memproses bunyi dan bahasa.

3. Depresi

Selain anak-anak akan menjadi merasa sakit hati, takut atau sedih ketika orang tua mereka membentak, hal ini juga memiliki kemampuan untuk menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam. Mereka mungkin dapat mengalami depresi dan hal itu akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.

Dalam studi yang melacak peningkatan masalah perilaku oleh anak usia 13 tahun yang dibentak, para peneliti juga menemukan gejala depresi yang meningkat. Banyak penelitian lain juga menemukan bahwa hal tersebut berhubungan dengan tingkat depresi dan kecemasan anak. Hal ini dapat membuat perilaku mereka memburuk dan bahkan dapat membuat mereka merusak dirinya sendiri.

 

 

4. Mudah sakit

Stres pada masa kanak-kanak dari perilaku orang tua yang kasar secara verbal dapat meningkatkan resiko seorang anak mudah sakit dan memiliki masalah kesehatan tertentu saat mereka dewasa. Penelitian mengungkapkan bahwa jika anak mengalami stres dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan fisiknya.

 

5. Menyebabkan penyakit kronis

Sebuah penelitian menemukan hubungan antara pengalaman negatif di masa kecil dapat mempengahuri perkembangan anak di masa selanjutnya. Pengalaman yang buruk tersebut mungkin akan mendatangkan penyakit kronis seperti arthritis, sakit kepala, masalah pada punggung dan leher, juga penyakit yang lainnya. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun terkadang, keinginan yang begitu besar untuk menjadikan anak yang terbaik justru membuat para orang tua tanpa sadar membuat kesalahan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini