3 Menu Diet Wajib Dikonsumsi Mantan Perokok agar Panjang Umur

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 17 September 2018 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 17 298 1951630 3-menu-diet-wajib-dikonsumsi-mantan-perokok-agar-panjang-umur-DIAaPWyHo9.jpg Menu diet mantan perokok (Foto:Ist)

TREN pola makan sehat atau clean eating nampaknya akan segera ditinggalkan oleh banyak orang, setelah sebuah penelitian menemukan bahwa bir, anggur (wine), dan cokelat dapat memperpanjang umur seseorang.

Menurut para ilmuwan, diet sederhana memang ampuh memerangi peradangan dan mengurangi risiko kematian dini hingga 20% pada orang-orang berusia paruh baya.Ini berarti mereka harus mengonsumsi buah, sayuran, roti gandum, sereal, keju rendah lemak, minyak zaitun dan canola, dan kacang-kacangan.

 Melenggang di New York Fashion Week, Putri Madonna Pamer Kaki Penuh Bulu

Namun Anda tidak harus mengonsumsi makanan tersebut setiap saat. Sebagai variasi, Anda bisa mengonsumsinya dengan tambahan snack bar, teh, kopi, segelas wine, atau bir.

 

Penelitian ini juga menunjukkan, seseorang yang ingin hidup lebih lama, mereka harus menghindari makanan yang dapat meningkatkan peradangan seperti daging merah, jeroan, keripik, minuman bersoda, saus pasta yang sudah jadi, dan makanan olahan yang diproses seperti roti, pai, dan biskuit.

Fakta tersebut telah diuji pada 68.000 partisipan yang berusia antara 45 hingga 83 tahun. Partisipan yang menjalankan diet makanan anti-inflamasi secara teratur, diketahui memiliki kemungkinan meninggal lebih kecil (18%) di bandingkan partisipan lainnya. Diet ini bahkan dipercaya dapat memperpanjang umur seseorang hingga 16 tahun ke depan.

Setelah mengisi kuesioner berdasarkan 11 makanan anti inflamasi, mereka akan diberi skor mulai dari nol hingga 16. Semakin tinggi sekornya, sehat pula orang tersebut.

LEibh khusus, mereka memiliki risiko kematian yang lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular (20%) dan kanker (13%).

 

Anehnya, para perokok yang mengikuti diet ini bahkan merasakan manfaat yang lebih besar. Temuan tersebut menyimpulkan, para perokok yang menjalankan diet anti inflamasi memiliki risiko kematian sepertiga lebih kecil dibandingkan perokok yang tidak mengikuti diet sama sekali (diukur selama durasi penelitian).

"Kita semua tahu, buah-buahan, sayuran, teh, kopi, anggur merah, bir, dan cokelat kaya akan antioksidan," kata Profesor Joanna Kaluza dari Warsaw University of Life Sciences (WULS).

"Roti gandum utuh, sereal sarapan, sayuran, buah-buahan segar maupun kering adalah sumber serat yang baik. Sementara minyak zaitun dan canola mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang bermanfaat bagi kesehatan karena sifat anti-peradangannya," sambungya.

 Gaya-Gaya Chef saat Memasak, Nomer 2 Bikin Pria Gagal Fokus!

Perlu diketahui, peradangan adalah cara penyembuhan tubuh sendiri ketika Anda terluka. Jika tubuh sampai terkena peradangan kronis, maka akan sulit untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan demensia.

Profesor Kaluza mengatakan, "Menjalankan diet anti-inflamasi dengan baik dapat mengurangi semua penyebab kematian yang disebabkan oleh kardiovaskular dan kanker, serta memperpanjang waktu bertahan hidup, terutama di kalangan dan mantan perokok" Demikian dilansir dari Metro, Senin (17/9/2018).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini