nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Kuliner Indonesia Semakin Menggeliat Berkat Generasi Milennials dan Medsos

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 17 September 2018 17:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 17 298 1951679 industri-kuliner-indonesia-semakin-menggeliat-berkat-generasi-milennials-dan-medsos-NG6vprM3bT.jpg Wisata kuliner semakin berkembang berkat generasi milenial dan medsos (Foto: Tesco)

DALAM beberapa tahun terakhir, perkembangan industri pariwisata dunia mengalami pergeseran tren. Jika dulunya banyak wisatawan yang mengunjungi suatu tempat untuk menikmati keindahan alam dan mengeksplorasi kebudayaan lokal, seiring kemajuan teknologi, perilaku tersebut kini mengalami sedikit pergeseran di mana kuliner menjadi salah satu tujuan utama mereka.

Uniknya, menurut sejumlah studi, generasi millenials lah yang mendominasi populasi travelers dan menjadi penentu munculnya berbagai tren baru. Selain menyukai aktivitas wisata bernuansa adventure (petualangan), generasi millennials kini semakin tertarik untul mengeksplorasi makanan otentik suatu daerah.

Penelitian ini didukung oleh survey yang dilakukan oleh UNWTO terhadap sejumlah responden, di mana 87% di antaranya mengakui bahwa kuliner merupakan lemen yang penting dalam sebuah perjalanan wisata. Melalui makanan, para wisatawan bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman budaya yang unik dari tempat yang mereka datangi.

Tren food tourism ini juga sempat dibahas secara gamblang oleh pakar kuliner legendaris Indonesia, William Wongso. Menurut penuturannya, sebelum memasuki awal tahun 2000-an, sudah banyak negara-negara maju yang menawarkan aktivitas wisata yang mengadaptasi konsep food tourism.

“Tahun 1995, sebagian besar wisatawan akan membuka Michelin Guide untuk mencari rekomendasi-rekomendasi tempat makan ketika mengunjungi suatu negara. Kebiasaan seperti inilah yang kemudian memunculkan ide di kalangan pegiat pariwisata untuk membuat paket tur khusus bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner-kuliner lokal yang tidak masuk dalam Michelin Guide,” tutur William Wongso, dalam acara diskusi bertema The Rise of Food Tourism bersama Pelangi Buana dan ACMI, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Industri Kuliner

William tidak memungkiri bahwa perkembangan teknologi dan munculnya berbagai platform media sosial ikut memainkan peran penting dalam sektor food tourism. Media sosial kini menjadi salah satu alat promosi terbaik untuk mengenalkan kuliner lokal di kancah internasional.

“Sejak ada media sosial, perilaku wisatawan mancanegara pun mengalami perubahan. Kalau dulu mereka selalu mencari McDonal’ds, KFC, dan restoran cepat saji lainnya, kini mereka malah tertarik mencicipi kuliner otentik di tempat yang sedang mereka kunjungi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vinny Mulyadi selaku CEO Pelangi Buana mengatakan, perubahan tren tersebut sebetulnya dapat mendatangkan dampak positif bagi industri pariwisata dan kuliner Indonesial. Terlebih lagi kuliner Indonesia memiliki kelebihan dalam aspek sejarah dan kulturnya.

“Yang menjadi tantangan adalah mengolah dan pengemasan content serta kesiapan infrastruktur. Beberapa wilayah sudah siap secara infrastruktur sehingga bisa memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini