nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebiasan Berakibat Fatal, Perempuan Ini Kena Kanker karena Sering Gigit Kuku

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Senin 17 September 2018 13:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 17 481 1951538 kebiasan-berakibat-fatal-perempuan-ini-kena-kanker-karena-sering-gigit-kuku-Hn2ZCgwN9U.jpg Courtney miliki kebiasaan gigit kuku (Foto: Metro)

SEORANG perempuan berusia 20 tahun bernama Courtney Whisthorn memiliki kebiasaan gugup semenjak diintimidasi di sekolah. Sejak tahun 2014, setiap kali gugup Courtney akan mengigit kuku jempolnya.

Pada usia 16 tahun, Courtney menjadi korban bully di sekolahnya. Hal tersebut lalu membuatnya stres dan cemas yang dirasakannya memicu untuk mengigit kuku. "Saya telah menjadi pengigit kuku sepanjang hidup saya. Namun, pada tahun 2014, saat saya berusia 11 tahun, saya mengalami gangguan yang luar biasa di sekolah." Jelasnya.

Meskipun 'panik' karena ibu jarinya mulai berubah warna menjadi hitam, Courtney menyembunyikannya dari semua orang dengan cara mengepal tangannya dan memakai kuku palsu selama 4 tahun.

Tetapi, mahasiswi psikologi tersebut telah mendapatkan trauma yang besar pada kukunya. Karena pada kukunya tersebut, telah berkembang jenis kanker langka bernama acral lentiginous subungual melanoma.

"Ketika saya mengetahui bahwa mengigit kuku menyebabkan saya terkena kanker, itu benar-benar menghancurkan saya." katanya.

Dilansir dari Metro, Senin (17/9/2018), sejak diagnosisnya pada bulan Juli, Courtney harus menjalani 4 kali operasi. "Saya sedikit takut ketika kulit saya mulai menjadi hitam sehingga saya menunjukkannya untuk pertama kali tahun ini." tambahnya.

Namun sebelum ia menjalani operasi pertamanya, dokter mengatakan ada yang salah dan melakukan biopsi. Pihak medis lalu melakukan lebih banyak tes dan ketika hasilnya keluar, ternyata Courtney mengalami melanoma ganas yang sangat langka.Untuk gadis berusia 20 tahun seperti Courtney, hal tersebut sangat jarang terjadi.

Courtney

Setelah menjalani operasi kedua, ia melakukan pemindahan PET untuk menghasilkan gambar 3D yang mendetail di bagian ibu jarinya dan tidak ditemukan sel kanker lagi. Namun, setelah seminggu kemudian, seorang spesialis di Sydney mengatakan kepada ahli bedah Courtney bahwa untuk benar-benar menghilangkan melanoma adalah dengan cara amputasi.

Kemudian, dokter bedah memutuskan untuk melakukan operasi ke-3 untuk mengangkat sel yang lebih ganas. Hal tersebut tentunya membuat Courtney sangat terkejut juga takut.

Courtney kini ingin membagikan kisahnya untuk mengingatkan kesadaran pada masyarakat luas. "Jadilah diri Anda sendiri dan jadilah orang yang Anda inginkan." Ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini