nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ambil Darah di PMI harus Bayar, Ini Penjelasannya

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 17 September 2018 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 17 481 1951575 ambil-darah-di-pmi-harus-bayar-ini-penjelasannya-zwaJFEyKqF.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

TAHUKAH Anda bila setiap tanggal 17 September diperingati sebagai hari lahir Palang Merah Indonesia (PMI)? Jika mendengar kata PMI, mungkin banyak orang yang langsung teringat dengan kegiatan donor darah. Padahal fungsi lembaga yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan tersebut lebih dari itu.

PMI memiliki peran antara lain membantu korban bencana, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan tentunya yang berkaitan dengan persediaan darah. Berbicara tentang persediaan darah, PMI memang merupakan rujukan bila seorang pasien membutuhkan banyak darah sementara stok di rumah sakit sedang habis. Namun untuk mendapatkan darah dari PMI tidak semudah itu.

Untuk mendapatkan satu kantung darah, masyarakat perlu membayar. Masing-masing daerah memiliki ketentuan tersendiri terhadap kebijakan tersebut. Di Jakarta harga yang harus dibayar sekira Rp360 ribu. Tentu hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya dan timbul dugaan adanya jual beli darah. Padahal sewaktu menyumbangkan darah, masyarakat melakukannya dengan senang hati alias gratis.

 

 (Baca Juga:Kebiasan Berakibat Fatal, Perempuan Ini Kena Kanker karena Sering Gigit Kuku)

Mengapa demikian? Okezone telah merangkum berbagai sumber, Senin (17/9/2018), untuk menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya harga tersebut untuk mengganti Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Setelah PMI menerima darah dari para pendonor, tentu prosesnya tidak berhenti sampai di situ. Darah tidak bisa langsung digunakan oleh pasien yang membutuhkan.

Darah harus melewati serangkaian pemeriksaan komponen dan virus yang mungkin saja terkandung di dalamnya. Pemeriksaan ini menggunakan metode deteksi ELISA dan Nucleic Acid Testing (NAT). Tujuannya untuk memastikan darah tidak mengandung virus 4 penyakit menular yaitu hepatitis, sifilis, HIV/AIDS, dan malaria.

Selain itu, diperlukan pemeriksaan komponen antara darah pendonor dengan darah yang dibutuhkan pasien. Pemeriksaan itu meliputi plasma darah, sel darah merah, dan trombosit. Tidak semua darah dalam satu kantung dibutuhkan oleh pasien.

 (Baca Juga:Apa yang Akan Terjadi kalau Kita Minum Obat Kadaluwarsa?)

Maka dari itu harus dilihat lagi kebutuhannya. Sebagai contoh, pasien DBD yang membutuhkan tambahan darah maka akan diberikan kantung trombosit. Ya, setelah pemeriksaan, komponen memang akan dimasukkan dalam kantung terpisah.

Apabila seluruh pemeriksaan telah selesai dilakukan, kantung darah siap diletakkan di lemari penyimpanan khusus sebelum diberikan kepada pasien yang dibutuhkan. Lagi-lagi hal ini membutuhkan biaya. Semua biaya dari proses itulah yang kemudian dikenakan kepada pasien yang membutuhkan darah sehingga ketika meminta darah ke PMI harus membayar.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini