nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50 Persen Ibu Hamil Terpapar Asap Rokok, Dampaknya Bayi Bisa Meninggal Sebelum Lahir

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 11:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 18 481 1951951 50-persen-ibu-hamil-terpapar-asap-rokok-dampaknya-bayi-bisa-meninggal-sebelum-lahir-PTIPIeQ88b.jpg Ilustrasi (Foto: Momjunction)

MASIH tingginya perokok aktif di Indonesia menandakan risiko masalah kesehatan masih ada. Khususnya pada masalah pernapasan, jantung, kesehatan ibu hamil, dan kematian sebagai risiko paling parah.

Ya, ibu hamil dan perokok aktif menjadi dua sumbu yang seharusnya tidak pernah bersatu. Paparan asap rokok mau pun rokok itu sendiri terbukti membahayakan jabang bayi dan si ibu. Bahkan, menurut hasil penelitian dari University of York, masalah perokok pasif ini telah menyebabkan ribuan bayi belum lahir mati setiap tahun.

Dilansir Okezone dari Zee News, Selasa (18/9/2018), menurut peneliti, paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi yang belum lahir meninggal dunia atau mengalami malformasi kongenital, berat lahir rendah, dan risiko lahir dengan penyakit pernapasan.

Catatan khusus di Pakistan, sekitar 40 persen perempuan hamil terpapar asap rokok dan menyebabkan sekitar 17.000 bayi diantaranya meninggal sebelum dilahirkan.

Lebih lanjut, tim peneliti juga mengamati jumlah kehamilan dan data paparan merokok di 30 negara berkembang dari 2008 hingga 2013.

ibu hamil terpapar asap rokok

Lewat analisis yang dilakukan di Armenia, Indonesia, Yordania, Bangladesh, dan Nepal, diketahui ada lebih dari 50 persen ibu hamil dilaporkan terpapar asap rokok rumah tangga.

Di Indonesia misalnya, ada 10.000 kejadian bayi meninggal sebelum dilahirkan karena asap rokok ini. Sementara di Pakistan, 1 persen bayi meninggal dunia dikaitkan dengan kebiasaan merekok ibu dan kasus kematian angkanya naik menjadi 7 persen karena perempuan menjadi perokok pasif. Sebagian besar dari mereka terpapar asap tembakau di lingkungan rumah tangga.

"Ini adalah studi pertama tentang perkiraan untuk 30 negara berkembang untuk paparan asap rokok pada kehamilan dan ini mengungkapkan adanya masalah besar, masalah yang tidak tertangani," kata peneliti utama, Kamran Siddiqi.

Siddiqi melanjutkan, melindungi ibu hamil dari paparan asap rokok harus menjadi program utama meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Tim peneliti juga mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk membuat intervensi yang efektif mengurangi paparan asap rokok rumah tangga terhadap asap rokok orang lain. Hal ini perlu dilakukan untuk melindungi nyawa orang lain dari asap rokok yang mungkin bagi Anda sepele!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini