nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebiasaan Nongkrong di Kedai Kopi Ternyata Picu Obesitas

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 18 481 1951998 kebiasaan-nongkrong-di-kedai-kopi-ternyata-picu-obesitas-SUEtKX0WRM.jpg Nongkrong di kedai kopi (Foto: Engage)

SEKARANG ini banyak orang yang menghabiskan waktunya di kedai kopi untuk menyelesaikan pekerjaan. Entah itu bertemu dengan klien atau mengejar deadline. Kebiasaan ini ternyata tidak baik untuk kesehatan. Sebab ternyata dapat meningkatkan angka obesitas.

Ketika datang ke kedai kopi, banyak pelanggan yang tidak hanya memesan minuman. Beberapa di antaranya memesan kue seperti muffin atau croissant. Belum lagi minuman yang dipesan biasanya tidak benar-benar kopi. Melainkan minuman yang sudah dicampur dengan gula atau sirup tambahan.

Pesanan itu bila dihitung secara kalori jumlahnya sudah sangat tinggi. Ahli gizi dari Warwick University, Dr Alison Tedstone mengatakan pesanan itu dapat menambahkan 400 kalori lebih banyak. Sayangnya hanya sedikit masyarakat yang peduli terhadap hal ini dan menganggap pesanannya jauh lebih sehat bila dibandingkan makanan cepat saji.

 BACA JUGA:

Guru Cantik di Denpasar Curi Perhatian, Netizen: Jadi Pengen Salaman Sama Bu Guru di Depan Penghulu

"Muffin biasanya memiliki nama indah yang menyiratkan makanan tersebut seolah sehat. Hal itu membuat pelanggan berpikir makanan itu aman untuk dikonsumsi. Tidak seperti burger yang sudah banyak diketahui tidak sehat untuk dikonsumsi. Di sinilah letak masalahnya," ungkap Dr Alison seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Selasa (18/9/2018).

 

Pemikiran itu membuat pelanggan kedai kopi biasanya terlalu cuek dengan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Belum lagi terkadang kedai kopi tidak memberikan informasi nilai gizi yang detail mengenai makanan dan minuman yang dijualnya. Dengan begitu pelanggan kurang waspada dan akhirnya secara tidak sadar mengonsumsi terlalu banyak kalori serta gula.

"Kedai kopi sebenarnya memiliki peran penting untuk mengurangi konsumsi gula di masyarakat guna mencegah obesitas. Diharapkan semua pemilik gerai memiliki tindakan untuk hal itu," ujar Dr Alison.

BACA JUGA:

Vicky Shu, si Mamah Seksi yang Kini Sibuk Momong Anak

Seperti yang diketahui, batas konsumsi gula harian orang dewasa sebanyak 30 gram. Namun masyarakat secara tidak sadar telah mengonsumsi berlebih akibat gula tersembunyi. Sedangkan hal ini dapat berdampak pada obesitas dan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini