nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemberian Vaksin MR Belum Capai 50%, Menkes Nila Akan Perpanjang Waktu Imunisasi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 22:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 18 481 1952362 pemberian-vaksin-mr-belum-capai-50-menkes-nila-akan-perpanjang-waktu-imunisasi-lTFUbHoliF.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH mencatat cakupan target vaksin MR di 28 Provinsi di Pulau Jawa saat ini baru mencapai 49,57%. Angka capaian ini tergolong rendah, apalagi sebentar lagi pelaksanaan program ini akan berakhir.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K), mengatakan akan memperpanjang pelaksanaan program vaksin MR fase dua ini. Hal ini dilakukan demi melindungi anak-anak dari bahaya campak dan rubella.

"Kalau cakupan kurang dari 95%, kemungkinan anak bisa kena rubella dan menularkan oada ibu hamil muda," ujar Nila saat ditemui di kawasan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Menkes Nila menyebutkan, cakupan vaksin MR saat ini telah mencapai 12 jutaan anak. Namun, angka tersebut masih separuh jalan, dan harus dicapai pada akhir September 2018 nanti.

Baca Juga: Setelah Medsos Ramai dengan #CrazyRichSurabayan, Kini Muncul #CrazyRichBekasians, Dijamin Ngakak!

Sejumlah provinsi yang tercatat rendah cakupannya ialah Aceh (7,08%), Riau (23,04%), Sumatra Barat (24,61%), NTB (29,37%), Bangka Belitung (33,75%), Kalimantan Selatan (33%), Sumatra Utara (35,32%), Kepulauan Riau (39,87%), dan Kalimantan Timur (44,18%).

"Tapi ada beberapa daerah sudah cukup tinggi cakupannya. Seperti Papua Barat 83% dan mereka tetap teruskan. Di Bali capaiannya sudah hampir 85%," katanya.

Menkes Nila menegaskan, untuk cakupan daerah yang masih rendah, pemerintah akan turun ke lapangan. Masyarakat pun akan diberikan informasi dan pengertian, terkait pentingnya pemberian vaksin MR.

"Kami akan edukasi dan memberi pengertian bersama MUI. Tentu ini dilakukan di daerah yang masih rendah," bebernya.

Baca Juga: Gaya-Gaya Chef saat Memasak, Nomer 2 Bikin Pria Gagal Fokus!

Meski demikian, waktu penambahan pelaksanaan program vaksin MR masih akan dipertimbangkan lebih lanjut. Menurutnya, pihaknya masih mempertimbangkan bersama dengan teman-teman IDAI.

"Vaksin ini ada masanya. Kita harus jaga dan diskusi antara 2 minggu sampai 3 bulan," jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihanto, pada kesempatan sama.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini