nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI: Vaksin MR Bukan Sekadar Boleh, Tapi Wajib!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 23:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 18 481 1952366 mui-vaksin-mr-bukan-sekadar-boleh-tapi-wajib-CQYMkle3Qv.jpg Vaksin MR. (Foto: Okezone)

VAKSIN MR memang dinyatakan tidak halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun lembaga ini mengeluarkan fatwa khusus terkait pentingnya imunisasi dan pemberian vaksin MR. Oleh karena itu, keberhasilan program vaksin MR pun sangat bergantung pada peran MUI.

Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan, pihaknya akan mendorong pelaksanaan program vaksin MR fase dua ini. Karenanya, dia pun meminta setiap umat Muslim di Indonesia agar mau melakukan vaksin.

"Vaksin MR bukan sekadar boleh, tapi wajib," ujarnya saat ditemui di kawasan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Baca Juga: Jadi "Sugar Baby", Mahasiswi Ini Diberi Uang Jajan Hampir Rp15 Juta untuk Sepekan

Dia menjelaskan, selama ini banyak orang ragu untuk mendapat vaksin MR, karena menunggu fatwa MUI. Tapi setelah fatwa diterapkan, rupanya masih banyak orang yang tidak mau imunisasi.

"Orang yang tidak mau dia merasa tidak ada bahaya dan mereka ragu terhadap vaksin. Banyak orang menunggu fatwanya dan akhirnya kita keluarkan tahun 2018 karena dorongan Kementerian Kesehatan RI," tambah dia.

Setelah keluar fatwa, menurut Ma'ruf, masih banyak orang yang belum tersosialisasi, terkait kebolehan menggunakan vaksin MR karena situasi darurat. Di Aceh misalnya, Majelis Permusyawaratan Ulama bahkan sempat mengatakan vaksin itu haram dan masyarakat tidak boleh menggunakan.

Baca Juga: Setelah Medsos Ramai dengan #CrazyRichSurabayan, Kini Muncul #CrazyRichBekasians, Dijamin Ngakak!

Ma'ruf ingin semua ulama satu suara dalam menyetujui penggunaan vaksin MR. Dia bakal mengajak para ulama berdiskusi lebih lanjut terkait penggunaan vaksin MR.

"Maka kita harus sampaikan dan dipahami masyarakat. Ulama di Aceh itu mereka punya UU Nangroe Aceh Darussalam. Tapi kita ajak diskusi bagi mereka yang menolak dan cari tahu alasan. Dari komisi fatwa, kalau perlu kita kirim Aceh tentang pemahaman imunisasi ini," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini