nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin MR Masih Ditolak, Menkes Nila Enggan Pakai Jalur Hukum

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 18 September 2018 23:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 18 481 1952368 vaksin-mr-masih-ditolak-menkes-nila-enggan-pakai-jalur-hukum-9gL0Z5PaTP.jpg Vaksin MR. (Foto: Okezone)

SELAMA pelaksanaan vaksin MR fase dua dilakukan, masih banyak masyarakat yang tidak mau imunisasi. Kira-kira adakah hukuman bagi orang yang menolak?

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Kesehatan RI per Selasa, 18 September 2018 pukul 18.00 WIB, anak yang sudah mendapat vaksin sebanyak 49,57%. Namun angka capaiannya masih rendah, apalagi sebentar lagi pelaksanaan program ini bakal usai.

Apabila orang tidak mau imunisasi, pemerintah bakal gencar sosialisasi secara persuasif. Menkes Nila tidak memberi hukuman seperti memenjarakan kaum anti-vaksin misalnya.

"Kasihan, masa dihukum. Kalau enggak mau vaksin kita tidak hukum. Cuma kita edukasi terus-menerus, kita datang langsung ke masyarakat," bebernya saat ditemui di kawasan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Setelah Medsos Ramai dengan #CrazyRichSurabayan, Kini Muncul #CrazyRichBekasians, Dijamin Ngakak!

Namun, Menkes Nila selalu mengingatkan kepada orangtua supaya tidak lalai, agar anaknya tetap dapat vaksin. Dia menyebutkan, dampak buruk bila anak usia 9 bulan sampai 15 tahun itu tidak disuntik vaksin MR, bakal hidup dengan kondisi cacat. "Anak-anak bisa mengalami ketulian, jantung bocor, sampai kondisi ADHD kalau tidak dapat vaksin MR," tegas dia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihanto menambahkan, saat ini pemerintah hanya mengajak masyarakat agar mau imunisasi MR. Tidak ada hukum tegas, sebelum sosialisasi persuasif dimaksimalkan.

"Kita tidak gunakan langkah hukum sebelum langkah persuasifnya maksimal. Yang dilakukan saat ini hanya pendekatan per wilayah," kata Anung, pada kesempatan sama.

Baca Juga: Viral #CrazyRichSurabayan di Media Sosial, 8 Momen Ini Bikin Kamu Iri Banget!

Pemerintah bakal memantau langsung ke berbagai wilayah, khususnya di 28 provinsi yang melaksanakan vaksin MR. "Kita masih lakukan pendekatan per wilayah, per desa, kecamatan harus kita capai dulu. Kemudian naik ke kabupaten/kota supaya merata," terang Anung.

Seperti diberitakan sebelumnya, cakupan vaksin MR terendah dari 28 provinsi yakni wilayah Aceh (7,08%), Riau (23,04%), Sumatera Barat (24,61%), NTB (29,37%), Bangka Belitung (33,75%), Kalimantan Selatan (33%), Sumatra Utara (35,32%), Kepulauan Riau (39,87%), dan Kalimantan Timur (44,18%).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini