nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertahankan Nilai Budaya, Keluarga Luhut Binsar Pandjaitan Gelar Pameran Ulos, Hangoluan dan Tondi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 23:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 19 194 1952921 pertahankan-nilai-budaya-keluarga-luhut-binsar-pandjaitan-gelar-pameran-ulos-hangoluan-dan-tondi-70gQ4qGhyF.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BISA dihitung pakai jari keluarga yang kekompakkannya sungguh nampak dan membuat iri dalam satu bidang. Namun, sekalinya terlihat harmonis, saling mendukung, dan bekerjasama keluarga tersebut langsung jadi pusat perhatian.

Ya, salah satu contohnya ialah keluarga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam balutan pembukaan pameran kain tenun Batak tradisional, keluarga asli Sumatera Utara ini nampak berseri-seri.

Siapa sangka di balik gelaran budaya yang terbilang cukup jarang tersebut, semua anggota keluarga terlibat. Mulai dari ayah, yaitu Luhut Pandjaitan, ibu yaitu Devi Luhut Pandjaitan, dan putri bungsu mereka yaitu Kerri Na Basaria.

Baca Juga: Pakai Hijab di Kontes Kecantikan Internasional, Wanita Berdarah Indonesia Ini Curi Perhatian

(Foto: Facebook)

Memegang peranan masing-masing dalam pameran yang bertajuk Ulos, Hangoluan, dan Tondi A Life Journey Through the Threads, koleksi kain ulos berasal dari koleksi Devi, sementara Kerri mengemas pameran dengan instalasi versi milenial, dan Luhut jelas mendukung langkah dua perempuan pujaan hatinya. Dalam sambutannya, Luhut menceritakan riwayat hidup Kerri yang ternyata sempat tinggal di luar negeri.

"Kerri sempat tinggal di luar negeri. Saya takjub ketika darah budaya mengalir deras dalam tubuhnya dan dia nampak mencintai kekhasan dari tempat daerahnya berasal," ujar Luhut dalam sambutannya di pembukaan pameran Ulos, Hangoluan, dan Tondi, Museum Tekstil, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut, Luhut mengakui dirinya amat mendukung langkah istri dan anak bungsunya. Lewat pameran ulos ini Luhut berharap acara pameran seperti yang sedang dilangsungkan oleh anak dan istrinya dapat terus digalakkan, karena motif-motif tua ulos sudah hampir punah, karena penenun muda hanya mengejar target keuntungan dengan membuat motif yang mudah.

"Karena itu saya sangat mendorong anak-anak beserta istri saya dan Yayasan Del untuk terus menggalakkan kegiatan seperti ini dalam rangka menggali budaya-budaya kita supaya jangan hilang," jelasnya seperti yang Okezone kutip dari Facebook resminya.

Baca Juga: Guru Cantik di Denpasar Curi Perhatian, Netizen: Jadi Pengen Salaman Sama Bu Guru di Depan Penghulu

(Foto: Facebook)

Pameran Ulos, Hangoluan, dan Tondi ini sendiri akan mulai dibuka untuk umum pada 20 September 2018 dan berakhir hingga 7 Oktober 2018, dari pukul 09.00-16.00 wib di Museum Tekstil, Jakarta Barat.

Dalam pameran, para pengunjung bisa menyaksikan tahapan-tahapan kehidupan yang dimaknai oleh masyarakat Batak lewat balutan kain Ulos, mulai dari kelahiran, kehidupan, pernikahan, hingga menutup mata.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini