nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari New York hingga Berlin, Kain Ulos Curi Perhatian lewat Pameran dan Fashion Show

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 23:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 19 194 1952924 dari-new-york-hingga-berlin-kain-ulos-curi-perhatian-lewat-pameran-dan-fashion-show-3WdS0OwPWr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KAIN ulos sudah dikenal sebagai kain tenun tradisional suku Batak, yang biasanya hanya dikenakan saat upacara adat saja. Tapi, itu dulu sekarang ulos mulai dan semakin dikembangkan, sehingga ruang lingkup penggunaannya tidak hanya pada sebuah kesempatan tertentu saja.

Salah satu yang ditempuh oleh seorang perancang busana ialah membawa ulos ke ranah fashion internasional. Dia lah Merdi Sihombing, pria yang telah lama menggeluti fashion ini, menampilkan ulos lebih terlihat modern.

Dalam kesempatan pembukaan pameran Ulos, Hangoluan, dan Tondi di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu (19/9/2018), Merdi menampilkan beberapa koleksinya pada tamu undangan dan pejabat negara yang hadir petang tadi.

Baca Juga: Gaya-Gaya Chef saat Memasak, Nomer 2 Bikin Pria Gagal Fokus!

Pria yang juga masih berdarah Batak ini mengaku, koleksinya telah dipamerkan ke mancanegara, seperti New York, Australia, Berlin, hingga China. "Kain ulos yang dipamerkan ini semua dibuat oleh ibu-ibu warga lokal di pinggir Danau Toba. Tujuannya saya ingin memberdayakan perempuan Batak dengan tetap menenun ulos," ungkapnya.

Kain-kain ulos yang diperagakan oleh 12 model dalam fashion show di hari pembukaan pameran ulos koleksi Devi Luhut Pandjaitan tersebut, Merdi mengatakan ulos-ulosnya dibuat dari pewarna dan serat yang alami.

Pada pameran Ulos, Hangoluan, dan Tondi koleksi milik Devi Luhut Pandjaitan, dijelaskan bahwa ulos tidak sembarang dipakai, karena harus sesuai dengan kesempatannya. Kain ulos sendiri, melambangkan kelahiran bayi, ulos kehidupan, ulos pernikahan, dan bahkan ulos kematian.

Nah, jika ulos koleksi Devi Luhut Pandjaitan yang dipamerankan ini mengacu tahapan kehidupan manusia, berbeda dengan ulos koleksi Merdi Sihombing yang dikenakan oleh model. Kain ulos koleksi Merdi, adalah ulos yang sudah dikembangkan. Sekadar informasi, pameran tersebut berlangsung selama 20 September 2018 hingga 7 Oktober 2018 di Museum Tekstil.

Baca Juga: Pakai Hijab di Kontes Kecantikan Internasional, Wanita Berdarah Indonesia Ini Curi Perhatian

Jika ulos koleksi Devi Luhut Pandjaitan yang jadi objek utama pameran selama 20 September 2018 hingga 7 Oktober 2018 di Museum Tekstil dibagi dalam beberapa bagian tahapan kehidupan manusia, ulos koleksi Merdi Sihombing yang dikenakan oleh model adalah ulos yang sudah dikembangkan.

"Salah satunya ini ada ulos rujat yang sudah dikembangkan untuk fashion. Diharapkan dengan fashion show seperti ini generasi muda milenial mau kembali mengenakan ulos dan belajar tentang kebudayaan," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini