nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berniat Puasa Asyura, Simak Tata Caranya Sesuai Syariat Islam

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 19 196 1952715 berniat-puasa-asyura-simak-tata-caranya-sesuai-syariat-islam-IkGhQ9xq5y.jpg Puasa untuk peringati Hari Asyura (Foto:Ist)

TANGGAL10 Muharram 1440 H jatuh pada Kamis (20/9/2018). Momen ini merupakan cukup bersejarah bagi penganut agama samawi, khususnya Islam. Jadi, umat Islam disyariatkan untuk berpuasa.

Puasa pada tanggal 10 Muharram dikenal dengan nama Asyura. Selain umat Islam, puasa 10 Muharram juga sering dikerjakan oleh kaum Yahudi. Jadi, Nabi Muhammad SAW memberikan contoh mengerjakan puasa Muharram selama dua hari, yakni tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11.

Artis dengan Gaun Terburuk di Red Carpet Emmy Awards 2018

"Puasa sunah yang disyariatkan di bulan Muharram sebenarnya tanggal 10. Tapi, puasa 10 Muharram juga dilakukan oleh kaum Yahudi. Nah, agar tidak sama dengan kaum Yahudi, maka pelaksanaannya dirangkai dengan sehari sebelum atau sesudahnya, yakni tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11," kata Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar, KH Ahmad Hudaya, kepada Solopos.com, melalui pesan Whatsapp, Senin (17/9/2018).

Pada 2018 ini, tanggal 10 Muharram jatuh pada Kamis (20/9/2018). Jadi, pelaksanaan puasa Asyura bisa dilakukan sejak Rabu (19/9/2018) atau 9 Muharram 1440 H yang dikenal dengan nama hari Tasu'a. Bisa juga melakukan puasa Asyyura di hari Kamis dan melanjutkannya sampai Jumat.

"Bisa Rabu-Kamis atau Kamis-Jumat. Nanti yang di hari Kamis niatnya puasa sunah Kamis sekaligus Asyura," sambung KH Ahmad Hudaya.

 Gula Warna Kuning atau yang Putih Bersih, Mana Lebih Baik? Ini Kata Dokter

Bagi sejumlah orang yang beranggapan berpuasa di hari Jumat hukumnya makruh jangan khawatir. Sifat makruh tersebut hilang jika puasa Jumat dirangkai dengan hari lainnya. "Puasa di hari Jumat itu hilang kemakruhannya kalau terangkai dengan hari lain," terang KH Ahmad Hudaya.

Puasa Asyura memiliki banyak keutamaan, salah satunya menggugurkan dosa setahun lalu. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Abu Qatadah RA. "Puasa di hari Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah menggugurkan dosa setahun yang lalu," hadis riwayat Abu Daud.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini