nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gigi Berlubang Baiknya Dicabut atau Ditambal? Begini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 13:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 19 481 1952574 gigi-berlubang-baiknya-dicabut-atau-ditambal-begini-penjelasan-dokter-fFUU77xL64.jpg Ilustrasi (Foto: Livestrong)

HAMPIR sebagian besar manusia pernah merasakan berapa menderitanya sakit gigi. Tak hanya rasa nyeri yang mencapai ubun-ubun, namun sakit gigi juga bisa membuat Anda tersiksa hingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara.

Tentunya sakit gigi menjadi mimpi buruk yang selalu dihindari oleh seseorang. Meski demikian, ternyata banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sakit gigi.

Ya, salah satu penyebab gigi berlubang adalah gula. Tanpa disadari asupan gula yang kerap kita konsumsi setiap hari, bisa menimbulkan kerusakan pada gigi Anda. Banyak makanan yang mengandung gula tersembunyi yang akan menjadi petaka jika Anda tak menyadarinya.

Menyadari hal tersebut, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM(K).,MM selaku ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memberikan penjelasan khusus mengenai hubungan antara gula penyebab gigi berlubang.

Ia menuturkan bahwa mengonsumsi makanan manis dan tidak menggosok gigi sesudahnya menjadi penyebab utama gigi berlubang. Pasalnya gula tersebut akan berfermentasi dan berubah menjadi asam yang dapat mengikis gigi.

“Gula yang dikonsumsi, diubah oleh mikroorganisme yang ada di dalam mulut menjadi asam penyebab karies dan gigi berlubang. Gigi sangat sensitif dengan rasa asam. Rasa tersebut akan membuat gigi terlepas dari matrik-matriknya, dan jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang maka dipastikan gigi Anda akan berlubang,” tegas drg Sri Hananto saat dijumpai dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional BKGN 2018 Palembang, Rabu (19/9/2018).

sakit gigi

Drg Sri Hananto juga menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Biasanya masyarakat memiliki dua opsi yakni mencabut dan menambalnya. Lantas pilihan manakah yang lebih baik?

“Paradigma yang sebenarnya ada adalah mempertahankan gigi sebisa mungkin di dalam mulut. Pasalnya gigi memiliki tiga peranan penting yakni mengunyah, estetika dan berbicara. Jika Anda tidak memiliki gigi, pasti manusia akan kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari tersebut,” ujar Drg Sri Hananto.

Lebih mendalam lagi, Drg Sri Hananto menjelaskan bahwa tindakan pencabutan gigi boleh saja dilakukan apabila sang penderita mengalami kerugian dengan merasakan nyeri. Jika tidak, ada baiknya Anda mempertahankan gigi Anda dengan menambalnya.

“Apabila gigi Anda bisa diperbaiki, maka tidak ada salahnya untuk menambal. Namun, jika gigi sudah rusak parah dan menimbulkan berbagai penyakit lainnya, maka lebih baik dicabut dan diganti dengan gigi palsu,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini