nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buka Pusat Kebudayaan Jepang, Pangeran William Malah Sebutkan Makanan China

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 20 September 2018 11:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 20 196 1953083 buka-pusat-kebudayaan-jepang-pangeran-william-malah-sebutkan-makanan-china-ati6R3m5Ih.jpg Pangeran William. (Foto: E! News)

BEBERAPA suku dan ras memang memiliki penampilan fisik yang mirip antara satu dengan yang lainnya. Sebut saja ras melayu, yang menampilkan fisik orang Indonesia dan Malaysia yang hampir sama.

Tapi, ras yang paling besar dan tersebar di seluruh dunia adalah ras Asian. Akibatnya, masyarakat China dan Jepang terlihat hampir sama, dengan kulit yang cenderung putih dengan mata yang sipit.

Selain itu, makanan China dan Jepang pun akan terlihat sama bagi mereka yang belum terbiasa menikmatinya. Nah, inilah masalah yang dialami oleh Pangeran William.

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Pangeran William pun tidak bisa membedakan makanan Jepang dan China. “Apakah kalian punya banyak makanan China?," tanya Pangeran William kepada anak-anak yang sedang belajar menggunakan sumpit.

Hal ini pun membuat suasana menjadi canggung. Mengutip laman Shanghai, Kamis (19/9/2018), Duke of Cambridge memang datang ke sana untuk merayakan pembukaan Pusat Budaya Jepang di London.

Sayangnya, makanan saat itu adalah makanan Khas Jepang. Masalahnya, acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Jepang, termasuk Wakil Perdana Menteri Taro Aso. Pangeran William pun langsung melakukan koreksi atas kesalahan yang dia buat.

"Apakah Anda sudah makan banyak makanan Jepang? Apakah kamu suka sushi? Sangat lezat., Benar-benar enak," ujarnya.

Baca Juga: Baju-Baju Cacat di London Fashion Week, Salah Satunya Sebabkan Puting Mengintip!

Pangeran William memang nampaknya mengikuti tradisi kekeluargaan yang sering bermasalah dengan orang Asia. Kakeknya, Pangeran Philip, dikenal karena membuat kata-kata yang tidak mengenakan.

Selama kunjungan tahun 1986 ke Tiongkok, mengatakan kepada seorang siswa Inggris sebuah kata-kata sarkas. “Jika kamu tinggal di sini lebih lama, kamu akan pulang dengan mata sipit,” katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini