Kekebalan Tubuh Ibu Selama Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Janin

Firda Janati, Jurnalis · Kamis 20 September 2018 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 20 481 1953159 kekebalan-tubuh-ibu-selama-hamil-pengaruhi-perkembangan-otak-janin-87oZL8QsIZ.jpg Sistem kekebalan tubuh pengaruhi perkembangan otak bayi (Foto:Ist)

SUDAH tak asing lagi mendengar bahwa semua yang dilakukan ibu hamil dapat memengaruhi bayi dalam kandungan. Wanita hamil disarankan untuk beristirahat dan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi. Hal tersebut sangat penting, karena kesehatan bayi sangat tergantung pada kesehatan pada kesehatan sang ibu.

Dikutip Okezone dari Boldsky, Kamis (20/9/2018), penelitian mengungkapkan bahwa kesehatan yang kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada bayi. Misalnya, jika sang ibu memiliki tingkat stres yang tinggi selama kehamilan dapat menimbulkan masalah kehidupan pada masa kanak-kanak bayi nantinya.

 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Anak yang penakut biasanya berhubungan dengan masa kehamilannya dulu. Ibu yang mengalami tingkat stres tinggi dapat membuat anak lebih penakut, stres juga berefek buruk pada perkembangan otak bayi. Perkembangan otak bayi terjadi pada minggu ke-35 atau ke-39 pada masa kehamilan. Perkembangan otak pada tahap ini akan membantu anak untuk berkoordinasi dengan lingkungannya setelah lahir. Oleh karena itu, penting bagi sang ibu untuk tidak mengalami stres pada tahap ini.

 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, selain tingkat stres, sistem kekebalan ibu juga memilihi efek pada kesehatan dan perkembangan otak bayi. Kekebalan tubuh pada ibu hamil dapat dikatakan berdampak pada perkembangan otak bayi dalam hal gangguan seperti hiperaktif, autism, dan skizofernia.

Temuan peneltian ini mengurikan secara rinci bagimana sistem kekebalan pada ibu hamil memengaruhi perkembangan bayi. Stres, penyakit, infeksi, alergi, dan lain sebagainya menjadi pemicu aktifnya sistem kekebalan tubuh ibu. Ketika ini terjadi, inflamasi atau reaksi tubuh ibu mengarah kepada pelepasan protein.

 Sempat Eksis 100 Tahun yang Lalu, 8 Perempuan Ini Kecantikannya Tidak Bisa Ditandingi!

Selain itu, penelitian ini juga melakukan beberapa tes, yaitu scan otak bayi yang dilakukan pada minggu pertama kelahiran. Scan ini mengungkapkan jika ibu memiliki protein tinggi dalam tubuh selama tahap akhir kehamilan, menyebabkan adanya gangguan komunikasi pada otak bayi yang baru lahir. Tes ini kembali dilakukan ketika anak berusia 14 bulan. Hasil tes menunjukan sistem kekebalan tubuh ibu memengaruhi dalam hal perkembangan bahasa, perilaku, dan keterampilan motorik pada bayi.

Sistem kekebalan tubuh memengaruhi kemampuan fungsi otak jangka pendek dan panjang pada bayi di minggu-minggu terakhir masa kehamilan. Tetapi, tim peneliti mengungkapkan perlu untuk melakukan studi lebih dalam untuk mengetahui pentingnya pengaruh sistem kekebalan tubuh ibu hamil pada bayi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini