Share

Ajay Siroya, Wanita Transgender yang Berhasil Menangi Kontes Kecantikan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 September 2018 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 21 196 1953840 ajay-siroya-wanita-transgender-yang-berhasil-menangi-kontes-kecantikan-rIrXMN8400.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JANGAN heran ketika sekarang semakin banyak remaja yang masih menentukan jadi diri mereka. Bahkan, tidak jarang yang akhirnya yakin dengan perubahan gender dalam tubuhnya.

Sama halnya dengan yang dilakukan Ajay Siroya. Remaja asal Chembur, Mumbai, India, ini bahkan membuktikan kalau dirinya spesial dengan mengikuti ajang "Rose Queen" atau ajang kecantikan tingkat mahasiswa. Ajay sendiri masih bersekolah di Ramnarain Ruia College.

Keikutsertaanya di ajang ini pun mengagetkan banyak pihak. Di usianya yang masih 20 tahun, Anjali (namanya sekarang), sudah yakin dengan perubahan gender dalam dirinya. Bahkan, dia bangga menunjukan siapa dia sebenarnya. "Saya bahagia bisa mengikuti kompetisi ini dan beruntungnya saya memang," katanya seperti dilansir Okezone dari laman India Times, Jumat (21/9/2018).

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

 

Perjuangan Anjali bisa sampai mendapat mahkota "Rose Queen" tidaklah mudah. Dia harus melewati tahapan demi tahapan sampai akhirnya predikat pemenang bisa dia dapatkan.

Satu hal yang sepertinya menarik perhatian juri, adalah perjalanan hidup dia mengubah Ajay menjadi Anjali. Dia mengisahkan bahwa pertama kali orang yang tahu mengenai gender dia adalah teman dan sepupunya. Dari mereka juga lah nama Anjali itu muncul.

"Ibu saya berpikir bahwa mereka menggoda saya dengan menyebut saya perempuan, tapi berjalannya waktu, saya memberanikan diri untuk berbicara kepada orangtua saya bahwa saya memiliki jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki," kata Anjali.

Baca Juga: Melenggang di New York Fashion Week, Putri Madonna Pamer Kaki Penuh Bulu

Dr Pradeep Waghmare, ketua Vidyarthi Pratinidhi Mandal (VPM) yang menyelenggarakan Rose Day, menyebut pendekatan inklusif kontes ini sebagai langkah maju. Ajang ini, diharapkan bisa menjadi tempat bagi mereka yang merasa berbeda.

“Kami cukup terbuka untuk Anjali berpartisipasi. Kampus dan teman-temannya menunjukkan dukungan untuk Anjali dan ini merupakan hal yang luar biasa,” kata Waghmare.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini