nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nekat Lakukan Pencabulan di Tenda Pengungsi Gempa Lombok, Menteri Yohana: Pelaku Bisa Ditembak Mati!

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 21 September 2018 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 21 196 1953864 nekat-lakukan-pencabulan-di-tenda-pengungsi-gempa-lombok-menteri-yohana-pelaku-bisa-ditembak-mati-HOZn7H2aTY.jpg Menteri PPPA Yohana Yembise (Dewi Kania/Okezone)

PENGUNGSI Gempa Lombok dianggap mudah menghadapi masalah kejahatan seksual dan kekerasan pada anak. Bila nekat, pelakunya bisa mendapatkan hukuman berat.

Setiap pengungsi yang tinggal di tenda pengungsian, perilakunya dapat tidak terkontrol. Banyak faktor pemicunya, termasuk kondisi stres, kurang nyaman, aktivitas sehari-harinya minim, dan sebagainya.

 Baca juga: Masalah Rambut, Agnez Mo Ngaku Cuma Gampang Kotor & Berminyak

Menteri Yohana (Dewi Kania/Okezone)

Maka itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yambise, memastikan agar kalangan anak dan perempuan aman berada di tenda pengungsian. Jika terjadi, ada banyak dampak terjadi, terutama mengganggu masa depannya kelak.

"Saya pastikan tenda ini ramah perempuan dan anak. Semua petugas memantau kondisi pengungsian setiap harinya," ujar Mama Yo di kawasan Tenda Pengungsi Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Jumat (21/9/2018).

Sudah ada catatan yang menunjukkan laporan dua kasus terparah sampai menimbulkan trauma. Kejadiannya dialami oleh perempuan 20 tahun dibawa kabur ke Kota Mataram. Ada juga pencabulan terhadap bocah 15 tahun yang dilakukan oleh dukun.

 Baca juga: Pesan Avocado Toast Seharga Rp266 ribu, Wanita Ini Marah saat Makanan Datang

Kejadian buruk yang menimpa para korbannya tersebut jadi salah satu hal yang tak disangka. Ternyata masih banyak oknum memanfaatkan perempuan dan anak untuk demi kepuasan pribadi.

Mama Yo menegaskan, jika ada pelaku yang nekat melakukan tindak kekerasan dan pencabulan bakal dihukum. Ada undang-undang yang menyebut bahwa pelaku bisa ditembak mati sampai dihukum kebiri.

"Saya tetap pantau supaya tidak ada pencabulan, kekerasan rumah tangga, hingga kejahatan seks. Ada undang-undangnya, pelaku ditembak mati, penjara seumur hidup, kebiri, pemasangan chip, sampai ada pengumuman identitas pelaku," ungkap dia.

 Baca juga: Jangan Pakai Alasan "Makan Buat Dua Orang" saat Hamil, Ini Bahayanya

Mama Yo mengingatkan kepada kaum perempuan dan anak di lokasi gempa agar sebisa mungkin menghindari kasus kejahatan ini. Mereka tentunya harus tangguh sementara waktu saat mengungsi, sampai kondisi darurat gempa ditiadakan.

"Kalau mengalami kekerasan rumah tangga atau kejahatan seksual, cepat dilaporkan ke kami untuk memutuskan mata rantai. Polisi nanti akan bantu juga," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini