''Uncle Service'', Metode Baru Orangtua di Korea Selatan Hadapi Bullying di Sekolah

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 22 September 2018 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 22 196 1954068 uncle-service-metode-baru-orangtua-di-korea-selatan-hadapi-bullying-di-sekolah-79jft51iee.jpg Antisipasi bullying di sekolah Korsel (Foto: Nextshark)

ANGKA bunuh diri di Negeri Ginseng, Korea Selatan bukan rahasia lagi memang berada di level angka tinggi, sudah memasuki tahap mengkhawatirkan.

Rentang yang melakukan bunuh diri ini pun bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak usia sekolah. Untuk para pelajar sekolah, biasanya stres soal kehidupan sekolah salah satu pemicu paling kuat terjadinya aksi bunuh diri, termasuk soal stres karena ditindas atau dengan kata lain menjadi korban bullying.

Tindakan bullying yang ada di sekolah-sekolah Korea Selatan ini tentunya membuat para orangtua merasa khawatir dengan keadaan dan keselamatan anaknya masing-masing. Tetapi kini, para orangtua di Korea disebutkan telah menemukan cara efektif untuk menghadapi masalah bullying di sekolah.

Ialah dengan sebuah metode penyedia jasa penyewaan "paman yang mengintimidasi" atau disebut “Uncle Service”. Sebuah jasa yang disediakan untuk para klien agar bisa "menyewa" para paman bayaran yang akan ditugaskan untuk melindungi anak dari sang klien dari tindakan penindasan di sekolah.

Seperti dilaporkan oleh Nate melalui Allkpop, bisnis jasa "Uncle Service" ini diketahui lebih lanjut menyediakan tiga paket layanan yang berbeda. Pertama, “Uncle Package,” lalu “Evidence Package,” dan “Chaperone Package". Untuk layanan "uncle package" akan tersedia seorang pria berbadan besar dengan rentang usia 30-40 tahun yang akan berpura-pura menjadi paman dari pelajar klien yang bersangkutan yang nantinya akan menemani sang pelajar berangkat menuju sekolah dan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Layanan ini dibanderol seharga USD443 atau sekira Rp6,5 juta per hari. Tidak hanya menemani sang anak pergi dan pulang sekolah, "paman sewaan" ini juga bisa memperingati dengan tegas para pelaku bullying yang mendekati anak dari klien tersebut.

bullying

Kemudian untuk paket layanan “Evidence Package,” "sang paman" akan bekerja melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti adanya tindakan bullying yang direkam dengan kamera. Bukti-bukti penindasan yang telah dikumpulkan tersebut, nantinya akan dibawa ke pihak administrasi sekolah bersamaan dengan pesan bahwa jika tindakan bullying tersebut tidak diproses diinvestigasi secara baik, maka akan ada komplain yang diajukan ke pihak dewan sekolah. Untuk layanan ini, orangtua yang memakai jasa ini harus merogoh kocek sekitar USD354 atau kurang lebih Rp5,2 juta.

Terakhir ada paket layanan “Chaperone Package,” "paman" sewaan tersebut akan mendatangi tempat kerja dari orangtua pelaku tindak bullying dan akan menggelar aksi protes, sembari meneriakkan bahwa orangtua pelaku bullying di sekolah ada di tempat bekerja tersebut. Layanan ini diketahui sebagai paket yang paling mahal, dengan harga sekitar USD1772 atau kurang lebih Rp26,2 juta dengan total kunjungan empat kali dari sang "paman".

Layanan jasa sebagai salah satu upaya bentuk perlindungan para orangtua terhadap anak-anaknya di sekolah ini, di satu sisi mendapatkan dukungan dari khalayak umum. Namun di sisi lain, ada juga yang menyuarakan keberatannya, seperti salah satunya Profesor Kim Yoon Tae dari Korea University yang menyebutkan sanksi privat seperti ini sebetulnya juga merupakan bentuk lain dari kekerasan. Tindak kekerasan di sekolah itu butuh diselesaikan dengan cara mengubah sistem.

Sementara itu, soal tindak kekerasan atau penindasan ini sendiri diketahui telah menjadi masalah yang menetap di kalangan kehidupan para remaja di Korea Selatan sejak beberapa tahun belakangan ini. Di mana korban bullying, disebutkan tidak hanya menderita secara fisik namun juga secara psikis dan emosional dan bahkan di dalam beberapa kasus memicu timbulnya rasa trauma atau tindakan bunuh diri. Demikian seperti dilansir Nextshark, Sabtu (22/9/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini