nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasangan Menikah Dalam Keadaan Tidak Siap Bisa Memicu KDRT

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 22 September 2018 15:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 22 196 1954132 pasangan-menikah-dalam-keadaan-tidak-siap-bisa-memicu-kdrt-c9PjgkOvjf.jpg Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (Foto: Steemkr)

KASUS kekerasan dalam rumah tangga sampai pencabulan rentan sekali dialami oleh pengungsi Gempa Lombok. Banyak faktor pemicunya yang bisa diwaspadai oleh siapa saja.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yambise, hadir langsung ke tenda-tenda para pengungsi di Lombok Timur dan Lombok Utara. Dia memberikan semangat kepada kaum perempuan dan anak yang harus dilindungi.

Menteri yang akrab disapa Mama Yo itu pun membeberkan pemicu, yang bisa menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Ternyata salah satunya hal buruk ini menjadi kebiasaan yang dilakukan turun-temurun.

 BACA JUGA:

''Uncle Service'', Metode Baru Orangtua di Korea Selatan Hadapi Bullying di Sekolah

"Saya pikir (kekerasan terjadi) dari turun-temurun. Kita ini generasi yang senang menjerumuskan perilaku tersebut," ungkap dia di Desa Pemenang, Lombok Utara, Jumat (21/9/2018).

 

Mama Yo menyebutkan, banyak pasangan suami-istri menikah dalam keadaan tidak siap. Mereka tidak punya bekal yang baik saat menjalin hubungan rumah tangga yang serius.

Tak pelak, ditemui banyak pasangan yang sering bertengkar, menampar sampai memukul hingga memicu efek serius. Dampak ini tidak baik dan khawatirnya dicontoh anak-anak.

"Bahaya ya, kalau terjadi kekerasan dalam rumah tangga, anak bisa meniru. Dia suka memukul temannya di sekolah dan perilakunya buruk," terang Mama Yo.

Dia menyarankan, untuk meminimalisir terjadi kekerasan dalam rumah tangga, setiap calon pasangan yang bakal menikah harus punya bekal cukup. Salah satu caranya bisa konsultasi ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di bawah naungan KPPPA.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini