nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cinta Sehidup-Semati, Suami Ini Awetkan Jazad sang Istri

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 23 September 2018 13:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 23 196 1954398 cinta-sehidup-semati-suami-ini-awetkan-jazad-sang-istri-7Mc2vJyGxR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA jatuh cinta, kita cenderung melakukan apa saja demi pasangannya, bahkan hal yang dianggap tidak masuk akal bagi orang lain tetap dilakukan. Bentuk cinta ke pasangan pun bermacam, macam contaoh saja Taj Mahal, bentuk tanda cinta meskipun pasangannya sudah meninggal dunia.

Nah, hal yang juga ttidak masuk di akal dilakukan oleh Gui Junmin. Bagaimana tidak, dia lebih memilih mengawetkan jasad sang istri yang sudah meninggal dunia.

Pria asal Provinsi Shandong di China itu mengawetkan jasad istri tercintanya, Zhan Wenlian. Prosesnya dilakukan setelah sang istri meninggal karena kanker paru-paru.

Baca Juga: Sempat Eksis 100 Tahun yang Lalu, 8 Perempuan Ini Kecantikannya Tidak Bisa Ditandingi!


Setelah Zhan meninggal, bukannya melalui kremasi atau pemakaman tradisional. Suaminya mengirim ke Institut Penelitian Ilmu Pengetahuan Yinfeng Shandong untuk prosedur pelestarian selama 55 jam. Dia berharap dengan mengawetkan jasad istri tercintanya itu, suatu hari kelak dapat dihidupkan kembali.

Gui telah membuat rencana untuk membekukan tubuh sang istri ketika meninggal dunia. Apalagi saat ini proses pengawetannya itu dilakukan dengan teknologi yang lebih maju. Tidak yakin apakah itu sains yang benar atau bukan, tapi setidaknya kita tahu kasus ini adalah bukti cinta sejati.

Pada 14 Agustus, Zhan dilaporkan menjadi orang pertama di China yang memiliki tubuh cryogenically. Harian surat kabar harian Science and Technology Daily yang melaporkan.

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

 

Bagi yang penasaran, berikut beberapa proses menarik dalam mengawetkan jasad tersebut. Dilansir Okezone dari Mothership, berikut ulasannya lebih lanjut.

Ketika seseorang dinyatakan meningga dunia secara klinis, prosedur pertama akan dilakukan untuk menjaga sirkulasi darah tubuh. Selanjutnya, tubuh akan disuntik dengan bahan kimia dan dikemas dalam es untuk mencegah dekomposisi. Prosedurnya dilakukan di meja operasi.

Ketika tubuh jenazah didinginkan hingga sedikit di atas 0 derajat Celcius, darah dialirkan keluar. Lalu, diganti dengan solusi yang melestarikan organ tubuh dan menghentikan pembentukan kristal es.

Pada titik ini, tubuh akan didinginkan hingga -130 derajat Celcius. Langkah terakhir adalah untuk menyimpan tubuh dalam tangki nitrogen cair 2.000 liter dan disimpan pada suhu sekitar -196 derajat Celcius.

Tapi, banyak kasus kriopreservasi, proses pengawetan tubuh atau komponen tubuh lainnya pada suhu rendah, telah berhasil dilakukan sejak 1960-an.

Misalnya di Amerika Serikat, tempat teknologi pertama kali dikembangkan, teknik pengawetan jasad ini sempat dilakukan beberapa waktu lalu. Ada dua organisasi besar yang melakukan pengawetan tubuh. Salah satunya adalah Alcor, yang saat ini memiliki 152 "pasien". Selain itu, Cryonics Institute, yang saat ini memiliki 138 "pasien".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini