Kunjungi Kampung Sentak Dulang, Alya Nurshabrina Ajak Warga Mengolah Hasil Tani

Sindonews, Jurnalis · Senin 24 September 2018 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 194 1954848 kunjungi-kampung-sentak-dulang-alya-nurshabrina-ajak-warga-mengolah-hasil-tani-djST02sCaQ.jpg Alya Nurshabrina (Foto: Instagram)

MISS Indonesia 2018 Alya Nurshabrina terlihat bahagia saat berinteraksi dengan warga Kampung Sentak Dulang, RT4/RW12, Desa Mekar Manik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (24/9/2018).

Pertemuan itu memberi pengalaman tak terlupakan. Tidak saja untuk dirinya, juga warga kampung. Pada kesempatan itu Alya mengajari warga memasak, mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai jual. Bahkan, Alya mengajak warga mengecat tempat mandi cuci kakus (MCK) komunal.

BACA JUGA:

Antara Pangeran Harry-Meghan Markle dan William-Kate Middleton, Siapa yang Lebih Kaya?

“Sebenarnya saya sudah sering ke kampung ini, sejak akhir Juli lalu. Kalau sebelumnya saya edukasi tanaman sorgum, hanjoli, dan lainnya, sekarang hanya dengan ibu - ibu berbagi ilmu cara mengolahnya. Harapannya, tidak cuma di makan sendiri, tapi juga bisa diolah di pasar wisata Batu Templek,” kata Ayla yang menjalani program Beauty with a Purpose Miss Indonesia di sana.

Menurut wanita kelahiran 21 Januari 1996 ini, target akhir dari kegiatan ini adalah mempersiapkan kampung wisata menuju sustainable tourism. Di Indonesia, kata dia, banyak tempat wisata, namun masyarakatnya belum banyak terlibat pada kegiatan kepariwisataan.

“Kami bangun agar lingkungan sekitar bisa mengolah hasil tani dan dijual sehingga ada lapangan kerja bagi warga sekitar yang mayoritas bertani,” beber Alya.

Dipilihnya Kampung Sentak Dulang ini karena warga desa di sana memiliki persoalan air dan ekonomi yang rendah. Selama ini mereka tidak terhubung dengan jaringan air bersih. Kondisi itu menyebabkan warga lebih disibukan dengan mengurusi air. Yang menarik, Alya turun langsung, ikut mengerjakan pembuatan MCK, saluran air bersih dan membantu memperbaiki rumah warga.

“Kami buatkan aliran air. Sebelumnya ada 100 rumah yang tidak terhubung air bersih. Setelah ada air, kita pecahkan masalah sanitasi. Kita bikin juga MCK komunal, sehingga tidak kotori sungai lagi. Respons warga positif karena tidak perlu jauh mencari air,” beber Alya.

 

Dia berharap, setelah persoalan air terselesaikan, warga akan fokus memperbaiki ekonominya. Mereka bisa memanfaatkan pasar wisata Batu Templek untuk menjual hasil olahan atau tani.

BACA JUGA:

Promosikan Pariwisata Danau Toba, 1.850 Pesepeda Ramaikan Tour de Sinabung

Salah seorang warga, Ekarsa mengaku bersyukur atas bantuan Ayla dan MNC Grup sehingga kampungnya memiliki saluran air dan MCK. Awalnya, untuk mencari air dia harus berjalan ratusan kilometer.

“Sekarang kami sudah dibangunkan jaringan air menggunakan pipa sejauh 3 km. Ini sangat membantu dan berarti bagi kami,” kata dia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini