nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Tanda Tekanan Kabin Pesawat Tak Stabil, Hati-Hati Jika Mengalaminya

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Senin 24 September 2018 15:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 24 481 1954765 4-tanda-tekanan-kabin-pesawat-tak-stabil-hati-hati-jika-mengalaminya-0sKzEXy6xb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEPERGIAN menggunakan pesawat terbang tentu sangat menyenangkan. Pasalnya Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk tiba di suatu tempat yang jaraknya cukup jauh.

Meski demikian, Anda harus tetap berhati-hati, karena menaiki pesawat terbang juga memiliki beberapa risiko. Sebelumnya, penerbangan Mumbai-Jaipur Jet Airways harus melakukan pendaratan langsung karena puluhan penumpang terluka karena tekanan kabin.

Sekira 36 penumpang menderita cedera hidung dan telinga berdarah dan sakit kepala. Hal ini terjadi karena pilot gagal menyeimbangkan tekanan di kabin pesawat.

Selama penerbangan, tekanan kabin dihidupkan untuk menyeimbangkan kehilangan oksigen yang secara alami terjadi ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu.

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Ketika tekanan kabin tidak pada tingkat normal, kurangnya oksigen pada ketinggian tinggi menyebabkan mimisan, sesak napas, pembengkakan otak, sakit kepala, gangguan paru.

Tak hanya itu, masih banyak hal yang bisa terjadi pada tubuh Anda, jika tekanan di dalam kabin menurun. Melansir dari Boldsky, Senin (24/9/2018), Okezone akan membahasnya. Yuk, disimak.

1. Berkurangnya Oksigen

Sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa semua kabin pesawat bertekanan hingga 75 persen dari tekanan atmosfer normal. Jika tekanan rendah di kabin, Anda akan mulai merasa pusing, letih, dan mengalami sakit kepala, sesak napas serta mimisan karena rendahnya kadar oksigen dalam darah.

2. Hilangnya rasa dan pendengaran

Menurut sebuah penelitian, ketika pesawat berada di ketinggian tertentu, sepertiga dari pengecap Anda menjadi mati rasa dan tekanan udara kabin yang kering akan mempengaruhi sinus, telinga, dan indera perasa.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Airways dan Leatherhead Food Research mengklaim bahwa suhu dingin, tingkat stres tinggi dan pencahayaan kabin juga ditemukan dapat mengurangi selera penumpang akan makanan.

3. Dehidrasi

Ketika Anda berada di dalam pesawat, tubuh kekurangan air hingga 1,5 L karena tekanan udara yang kering di kabin memiliki potensi untuk menyebabkan selaput lendir tenggorokan, mulut dan hidung Anda mengering.

Lingkungan hipoksik ringan pada penerbangan juga dapat meningkatkan pernapasan, yang menyebabkan hilangnya air.

4. Pembengkakan dan kembung

Ketika tekanan udara berubah di ketinggian tertentu, penumpukan gas di tubuh menyebabkan sembelit, kembung dan masalah pencernaan lainnya. Karena tubuh tidak bergerak dan Anda duduk di ruang sempit untuk waktu yang lama, ini menyebabkan darah menumpuk di kaki yang meningkatkan risiko trombosis vena dalam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini