7 Kondisi Tubuh yang Bikin Gemuk Secara Tiba-Tiba

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 481 1955033 7-kondisi-tubuh-yang-bikin-gemuk-secara-tiba-tiba-Pb0CJAfnXn.jpg Kenaikan berat badan (Foto: Vixendaily)

RASANYA tidak ada orang yang ingin mendapat berat badan tambahan kecuali karena alasan tertentu. Namun kenaikan berat badan bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa disengaja karena adanya kondisi medis tertentu. Bahkan bisa menjadi pertanda untuk mendapat perhatian serius.

Melansir Health, Selasa (25/9/2018), inilah penyebab berat badan naik tiba-tiba :

Tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)

Saat kenaikan berat badan terjadi bersamaan dengan kelelahan, kulit lebih kering, atau rambut tipis bisa menjadi tanda hipotiroidisme dimana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Hormon ini mengendalikan banyak fungsi tubuh terutama metabolism. Jika jumlah hormon tiroid berkurang maka seseorang akan kehilangan energi dan tidak membakar energi secara keseluruhan. Dengan begitu kalori yang tersimpan di dalam tubuh menjadi lebih banyak dan berubah menjadi lemak.

Gangguan mood

Berurusan dengan perasaan cemas atau sedih memang memberikan dampak negatif. Terlebih bila perasaan itu sudah mengarah ke gangguan suasana hati seperti depresi. Saat depresi atau kecemasan menyerang, seseorang dapat secara tidak sadar makan berlebih dan malas bergerak. Kondisi ini otomatis menambah berat badan.

BACA JUGA:

Bikin Heboh, Model Dengan 3 Payudara Tampil Milan Fashion Week

Pramenopause dan menopause

Beberapa tahun menjelang menopause, perempuan biasanya akan mendapatkan kenaikan berat badan. Penyebabnya tentu saja karena perubahan kadar hormon di dalam tubuh.

Penyakit Cushing

Tubuh yang terlalu banyak mengeluarkan hormon stres yaitu kortisol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit Cushing. Penyakit ini memiliki efek samping deposit lemak abnormal di daerah perut dan di sekitar wajah. Biasanya kondisi ini terjadi apabila seseorang terlalu banyak mengonsumsi steroid atau adanya tumor pada kelenjar pituitari di otak yang memicu peningkatan dalam produksi dan pelepasan hormon adrenokortikotropik. Gejala lain dari penyakit ini adalah stretch mark yang berubah warna, jerawat, dan kulit yang rapuh.

Tumor ovarium atau uterus

Tumor yang tumbuh di daerah panggul seperti tumor rahim atau ovarium dapat mengubah bentuk perut seakan kelebihan lemak. Dengan begitu berat badan mengalami kenaikan. Selain kenaikan berat badan, gejala tumor ovarium atau uterus termasuk nyeri punggung bawah, pendarahan di Miss V, hubungan seksual yang menyakitkan, dan konstipasi.

Obat

Ada obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Obat-obatan psikiatri terutama untuk depresi dan gangguan bipolar biasanya menyebabkan kenaikan berat badan karena secara tidak sengaja meningkatkan keinginan untuk makan. Obat tekanan darah tinggi dan insulin juga bisa menjadi penyebabnya.

 BACA JUGA:

Meninggalnya Haringga Sirila karena Dikeroyok Didasari Fanatisme Berlebih? Ini Kata Psikolog

Insomnia

Pola tidur yang berantakan berkaitan dengan hormon yang mengatur rasa lapar. Ghrelin, hormon yang memberitahu tubuh untuk makan, akan meningkat bila seseorang gelisah tidak bisa tidur. Selain itu, tidur telat juga memicu seseorang untuk makan tengah malam dan kemudian tidur yang berdampak pada kenaikan berat badan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini