nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Kehamilan Remaja di Indonesia Meningkat 500 Kehamilan Setiap Tahun, Ini Penyebabnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 18:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 25 196 1955466 angka-kehamilan-remaja-di-indonesia-meningkat-500-kehamilan-setiap-tahun-ini-penyebabnya-g6JLSH7phS.jpg Angka Kehamilan (Foto: Mom Junction)

MENINGKATNYA angka kehamilan remaja di Indonesia tentu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi pemerintah. Apa yang melatarbelakangi peningkatan kehamilan remaja yang diperkirakan mencapai lebih dari 500 kehamilan setiap tahunnya. Setelah ditelusuri secara komprehensif, ternyata ada sejumlah faktor yang membuat angka kehamilan remaja terus meningkat.

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, penyebabnya adalah penurunan penggunaan kontrasepsi modern pada segmen usia muda (15-29 tahun) secara segnifikan sekira 4 persen dari total populasi Indonesia. Selain itu, rendahnya pengetahuan anak muda terhadap kesehatan reproduksi (KESPRO), dan kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya tentang kontrasesi, juga disinyalir menjadi dua penyebab utama hal tersebut.

Berdasarkan penuturan drg. Widwiono, M.Kes selaku Plt. Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN mengungkapkan, salah satu kendala utama edukasi kontrasepsi bagi pasangan muda adalah masih adanya mitos yang rancu. Pemerintah melalui BKKBN bersama mitra, terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dengan metode kontrasepsi modern yang hasilnya tentu lebih efektif dan efisien.

“Kami juga berharap agar pasangan yang akan menikah nantinya lebih aktif mencari tahu mengenai informasi yang akurat seputar kontrasepsi pada sumber yang terpercaya. Sehingga tidak mudah termakan mitos tentang kontrasepsi,” tegas Wdiwiono, dalam konferensi pers Hari Kontrasepsi Sedunia dengan DKT Indonesia, di Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

Sederet mitos yang berkembang di masyarakat antara lain penggunaan pil KB yang dipercaya dapat membuat rahim mengering dan susah punya anak. Faktanya, sekarang kadar hormon dalam pil kontrasepsi sudah sangat diperhatikan kualitasnya.

Oleh karena itu, dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September, Pemerintah bersama meluncurkan kampanye “Terencana Sejak Muda” untuk membangun kesadaran generasi millennials mengenai pentingnya pengatuhan akan kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Termasuk penggunaan kontrasepsi modern untuk mencegah kehamilan pada usia dini, yang menikah di bawah umur 24 tahun.

Berbicara tentang edukasi kesehatan reproduksi secara menyeluruh, Aditya A. Putra, Strategic Planning Manager DKT Indonesia menjelaskan bahwa saat ini DKT lndonesia memiliki dua sasaran edukasi utama, pasangan millennials yang lebih banyak diedukasi melalui media digital, juga edukasi yang menyasar pada siswa sekolah untuk meningkatkan pengetahuan mereka akan kesehatan reproduksi.

"Millennials merupakan generasi yang digital minded, memiliki pandangan yang lebih terbuka dan menyukai informasi yang kekinian serta menarik. Untuk menyasar pasangan millennials dalam hal perencanaan keluarga, kami giat melakukan berbagai aktivitas digital yang dikemas secara menarik dan meaningful” ujar Aditya.

“Saat ini, kami memiliki dua platform edukasi digital yaitu tundakehamilan.com sebagai sumber bagi millennial moms untuk mencari informasi tentang kontrasepsi secara akurat dan terpercaya; dan juga Moth3rs.com sebagai platform untuk mengedukasi pentingnya perencanaan secara general, mulai dari perencanaan finansial, pendidikan, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, melalui dua platform tersebut kami telah menjangkau lebih dari 24 juta wanita Indonesia dalam hal edukasi keluarga berencana” tukasnya.

(ren)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini