Mengenal Teknik Penyeduhan Teh 'Kungfu Cha', Tradisi Minum Khas China

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 25 298 1955166 mengenal-teknik-penyeduhan-teh-kungfu-cha-tradisi-minum-khas-china-QJqFyaa73e.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TEH tidak hanya sekadar daun yang bisa diseduh menjadi minuman. Selama berabad-abad, teh telah menjadi bagian dari budaya berbagai bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Kalau di Inggris ada High Tea, beberapa negara Asia juga punya tradisi menyeduh teh, salah satunya adalah Kungfu Cha.

Menurut penuturan Sensei Suwarni Widjaja, yang merupakan satu-satunya Tea Master asal Indonesia dengan sertifikasi internasional, Kungfu Cha merupakan seni penyeduhan teh tradisional China yang hingga saat ini masih sering dilakukan oleh penduduk aslinya, maupun para pencinta teh di dunia.

"Secara umum, seni penyeduhan teh mulai dari persiapan hingga penyajiannya memiliki makna yang khusus dalam budaya suatu bangsa, bukan hanya sekadar menuang air panas lalu diminum," tutur Sensei Swuarni, dalam sebuah workshop hasil kolaborasi Siang Ming Tea dan Kopi Oey.

Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Secara garis besar, terdapat enam jenis teh di dunia di antaranya, White Tea, Yellow Tea, Green Tea, Red Tea, Black Tea, dan Flower Tea. Dari jenis dasar tersebutlah akan berkembang menjadi ratusan varian teh.

Nah, melalui seni penyeduhan teh, si penyaji maupun penikmat dapat saling belajar mengenal kepribadian dan pengetahuan yang mencakup tujuan hidup maupun cara berpikir lawan bicaranya. Selain itu, seni penyeduhan teh memiliki makna kesabaran, ketekunan, tata krama, santun, keindahan, ketenangan, serta harmonisasi dalam kehidupan.

"Minum teh juga tidak hanya sekadar pelepas dahaga akan tetapi juga menikmati aroma dan rasanya. Bisa dibilang kegiatan ini merupakan salah satu bentuk meditasi, karena dapat meningkatkan konsenstrasi kita," jelas Sensei Suwarni, yang juga pendiri Sing Ming Tea, kedai teh tradisional pertama di Indonesia.

Baca Juga: Kompak, Kembar Identik Ini Lakukan Operasi Transgender Bersama

Untuk melakukan teknik penyeduhan Kungfu Cha, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yakni, air panas, daun teh, dan tekok (alat yang digunakan). Ketiga benda inilah yang nantinya akan memengaruhi aroma dan cita rasa teh.

"Setiap varian teh itu memiliki teknik penyeduhan yang berbeda, tergantung dari karakter daun teh yang digunakan. Misalnya teh Pu'er harus diseduh dengan air bersuhu 80 derajat celcius. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan rasa dan nutrisinya. Berbeda dengan teh hijau yang bisa Anda seduh dengan air bersuhu dingin," jelasnya.

Sayangnya, budaya minum teh di Indonesia masih belum sepopuler negara lain. Padahal, menurut Sensei Suwarni, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki budaya minum teh yang kuat di masa lalu. Varian teh lokal pun cukup berkualitas dan bisa bersaing di kancah internasional.

Hanya saja, perhatian dari Pemerintah Indonesia masih dinilai sangat minim dalam memajukan dan mengembangkan industri teh Nusantara.

"Buktinya, masih banyak kebun-kebun teh yang belum diregenerasi atau masih bekas-bekas peninggalan Belanda. Sehingga varietas tehnya cenderung lebih sedikit, meski kualitasnya sangat baik," tukas Suwarni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini