nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Semua Gula Bikin Tubuh Gemuk, Ini Lho Gula yang Sehat

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 21:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 25 481 1955481 tidak-semua-gula-bikin-tubuh-gemuk-ini-lho-gula-yang-sehat-xgcWOQunmW.jpg Gula sehat (Foto: Organiclifestyle)

BANYAK orang-orang berpendapat bahwa gula dapat membuat seseorang menjadi gemuk. Namun, hal tersebut tidak sesuai dengan studi baru yang mengklaim bahwa ada satu jenis gula yang mungkin dapat membantu mencegah kenaikan berat badan.

Dilansir dari TheSun, Selasa (25/9/2018), ada jenis gula yang tidak membuat tubuh gemuk yaitu mannose. Mannose adalah sejenis gula yang sampai sekarang telah digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Tetapi para ilmuwan sekarang percaya mannose dapat membantu dalam mengatasi obesitas dengan meningkatkan kesehatan usus, setelah melakukan percobaan pada 3 ekor tikus dalam delapan pekan.

BACA JUGA:

Jawaban Lucu Kevin 'Minions' Ketika Ditanya Kenapa Jomblo hingga Berapa Harga Tasnya

Mereka membagi tikus menjadi satu dari empat kelompok diet tinggi lemak dengan atau tanpa mannose, dan diet normal dengan atau tanpa mannose. Para ahli menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak ditambah mannose lebih kurus, memiliki lebih sedikit lemak di hati mereka, lebih toleran terhadap glukosa dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih tinggi secara keseluruhan daripada tikus yang mengikuti diet tinggi lemak bebas mannose.

Dan manfaat itu juga diaplikasikan ke bakteri usus tikus, dengan tikus mannose yang memiliki bakteri usus yang sama dengan tikus kurus yang telah menjalani diet normal. Mereka juga kurang mampu memproses karbohidrat secara efisien dan memiliki kandungan energi feses yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin mereka menyerap lebih sedikit kalori daripada tikus yang bebas mannose.

Mannose dapat ditemukan secara alami dalam buah-buahan seperti cranberry, redcurrant, blackcurrant dan peach, meskipun Anda dapat membelinya dalam bentuk suplemen juga.

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus kita memainkan peran besar dalam penambahan berat badan. Seperti beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa gen yang memengaruhi bakteri yang hidup di perut kita juga merupakan gen yang memmengaruhi apakah kita cenderung bertambah berat badan atau tidak.

Ada hubungan yang terbukti antara lemak perut (jenis lemak paling berbahaya) dan bakteri usus, tetapi penelitian baru dari Sanford Burnham Prebys Medical Discovery Institute ini menunjukkan bahwa hal ini adalah tentang apa yang kita makan bukan gen mana yang kita punyai.

Seorang ahli nutrisi, Helen Bond mengatakan, “Studi awal telah menunjukkan bahwa mannose dapat menghambat bakteri melekat pada lapisan sel saluran kemih,”

BACA JUGA:

Mengenal Teknik Penyeduhan Teh 'Kungfu Cha', Tradisi Minum Khas China

Sejauh ini, percobaan hanya baru dilakukan pada tikus. Percobaan manusia juga perlu dilakukan sebelum benar-benar dapat mengklaim secara konklusif. Hudson Freeze, selaku direktur Program Genetika Manusia mengatakan, “Temuan ini lebih lanjut mengkonfirmasi peran penting dari mikrobioma usus dalam metabolisme,”

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini