nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apakah Bar Protein Benar-Benar Camilan Sehat? Ini Kata Ahli

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 10:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 298 1955688 apakah-bar-protein-benar-benar-camilan-sehat-ini-kata-ahli-z6jJKlJzc7.jpg Protein bar diklaim sebagai camilan sehat (Foto:Ist)

 

BEBERAPA waktu belakangan tren hidup sehat mulai menarik minat masyarakat. Entah itu berolahraga atau mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Tak sedikit orang yang berlangganan katering sehat untuk membantu mengendalikan berat badannya.

Tak sampai di situ, kini hadir pula ragam camilan yang mengklaim sebagai produk sehat. Di pasaran dapat dengan mudah ditemukan protein bar yang mulai menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Salah satunya yang mengandung atau berbahan dasar kacang kedelai.

 Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?

Seperti yang diketahui, kedelai memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Salah satunya membantu menurunkan berat badan dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Hal itu dikarenakan kacang kedelai memiliki komponen gizi dan non gizi yang lebih lengkap bila dibandingkan dengan biji-bijian lain.

"Kacang kedelai membantu memelihara bobot tubuh karena memiliki indeks glikemik rendah dan memberikan rasa kenyang yang tahan lama. Sehingga orang kurang nafsu untuk makan secara cepat," ungkap ahli gizi Prof. Dr. Made Astawan saat ditemui Okezone dalam pembukaan Pabrik SOYJOY, Selasa, 23 September 2018 di kawasan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur.

Di dalam kacang kedelai terkandung protein, vitamin, mineral, asam lemak tak jenuh seperti omega 6, isoflavon, prebiotik, dan serat pangan. Oleh karenanya jenis biji-bijian yang satu ini berperan penting dalam kesehatan tubuh. Namun masyarakat harus tetap waspada saat mengonsumsi bar protein yang berbahan dasar kacang kedelai.

 5 Gaya Berbikini Sophia Latjuba, Bikin Panas Dingin

Bukan berarti bar protein bisa dikonsumsi seenaknya. Sebab kini ada beberapa produk yang tidak hanya menggunakan protein murni. Tetapi juga mengombinasikannya dengan bahan lain yang memberikan rasa agar semakin disukai oleh masyarakat. Beberapa ada yang menambahkan buah sebagai perasa.

"Bar protein 'kan tujuannya memberikan alternatif karena snack sekarang tinggi lemak, tinggi gula. Tapi perlu diingat ada pula gula yang terbawa dalam bahan pangan sehingga secara alamiah sudah ada. Kalau bar protein kategorinya pangan fungsional, tidak ada batas (konsumsi)-nya. Tapi ada juga bar yang tinggi kadar gulanya bukan kategori pangan fungsional, harus dibatasi juga," pungkas Prof Made.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini