nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Makan Nasi Bisa Bikin Kurus? Ah Itu Cuma Mitos, Ini Faktanya!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 14:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 298 1955828 tidak-makan-nasi-bisa-bikin-kurus-ah-itu-cuma-mitos-ini-faktanya-qpj8rn6Tts.jpg Ilustrasi (Foto: Stylecraze)

POLA hidup sehat memang tengah digandrungi oleh berbagai kalangan. Kesadaran untuk membatasi beberapa jenis makanan yang dianggap dapat menimbulkan masalah kesehatan pun mulai meningkat. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, terutama mitos-mitos seputar makanan yang berkembang di tengah masyarakat.

Anda mungkin sudah sering melihat bahwa banyak orang yang rela menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badannya. Tapi apakah cara tersebut benar-benar ampuh, atau hanya sekedar mitos belaka? Daripada penasaran, berikut Okezone rangkumkan 3 mitos seputar makanan yang wajib Anda ketahui, sebagaimana dilansir dari Metro, Rabu (26/9/2018).

Baca Juga: Viral, Video Wanita Muda di China Perintahkan sang Ibu Bersihkan Kaki yang Kotor

Lemak itu buruk untuk kesehatan

Banyak yang berasumsi bahwa lemak itu buruk untuk kesehatan. Pada kenyataannya, mengonsumsi makanan mengandung lemak jenuh dan tidak jenuh adalah bagian dari diet sehat. Tubuh membutuhkan asupan lemak seperti asam lemak omega 3 dan 6 untuk mendapat kesehatan yang optimal. Bukti terbaru menunjukkan bahwa sama mengonsumsi makanan mengandung kolesterol tidak lantas meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Selain itu, lemak jenuh juga diklaim tidak menyebabkan masalah kardiovaskular.

Jenis lemak yang harus dihindari atau dimoderasi adalah lemak trans yang memiliki kaitan dengan penyakit jantung koroner. Lemak trans biasanya ditemukan dalam makanan yang diproses, atau diolah dengan campuran margarin, minyak sayur yang terhidrogenasi, jadi makanlah secukupnya saja.

Berhenti konsumsi karbohidrat ampuh menurunkan berat badan

Makanan yang mengandung karbohidrat dan gula seperti nasi kini menjadi musuh terbesar bagi pelaku diet yang hendak menurunkan berat badan. Padahal, pada tahun 70-an dan 80-an, orang-orang cenderung menghindari makanan berlemak pada menu diet mereka. Sekarang para ahli gizi malah berbicara tentang karbohidrat.

Pada kenyataannya, karbohidrat tidaklah buruk bagi kesehatan manusia. Masalahnya hanya terletak pada porsi yang dikonsumsi. Jika terlalu berlibahan justru dapat memicu surplus kalori yang kemudian dikaitkan dengan peningkatan gangguan makan dan orthorexia. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, sebaiknya kurangi porsi bukan menggantinya dengan kelompok makanan lain.

 Baca Juga: Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?

Roti buruk untuk kesehatan

Dalam bebrapa tahun terakhir roti telah menjadi alat propaganda bagi sejumlah oknum yang mendeklarasikan dirinya sebagai anti-karbohidrat. Pada kenyatannya, roti tidaklah seburuk yang banyak orang bayangkan. Sama seperti nasi atau makanan mengandung karbohidrat lainnya, roti baik untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan. Namun jika Anda menyantapnya berlebihan dengan tambahan selai dan mentega, kandungan gula dan kalorinya tentu akan meningkat. Anda bisa menambahkan sereal, biji-bijian, atau sayuran segar sebagai alternatifnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini